infobatik.id

Festival Batik Jambi

0 3

Festival Batik Jambi

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batik dengan ciri khasnya masing – masing, Jambi pun memiliki jenis batik sendiri yang khas, seperti : tanaman dan hewan. Corak – corak batik Jambi yang terkenal ; Kepak lepas, Cendawan, Batanghari, Gong, Ayam, Matohari, Duren Pecah, Kacopiring, Kupu – kupu, Kembang duren, Keladi, Angso Duo, Bayamnginseng, Kapal Sanggat, Atlas, dan lainnya. Batik Jambi seberang Sungai Batanghari. Terdapat sanggar batik yang merupakan pusat pengrajin batik jambi. Menurut pengrajin batik Jambi, meski terdapat pihak – pihak yang mencoba meniru desain dan corak mereka, para pembatik mengatakan kualitas batik mereka dapat dibandingkan kualitasnya dengan batik tiruan.

Untuk cara pembuatannya, batik Jambi sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu batik tulis (dengan lilin) dan batik cap (terdapat pola untuk dicap pada kain). Untuk bahannya, biasanya dibuat di bahan sutra dan katun. Untuk harga bervariasi, tergantung dari cara pembuatan dan bahan. Batik tulis memiliki harga lebih mahal dibanding batik cap. Batik berbahan sutera juga lebih mahal dibanding batik berbahan katun. Harganya bervariasi mulai Rp. 50.000/meter hingga jutaan rupiah per-meter tergantung selera pemakainya.

Motif dapat diartikan sebagai pola garis yang membentuk sebuah gambar, Batik berasal dari kata tik – tik, batik didefinisikan sebagai menggoreskan cairan lilin panas/cair diatas lembaran kain dengan menggunakan peralatan canting, bahan pewarna melalui proses pencelupan dan lorotan. Maka motif batik dapat diartikan sebuah pola garis ang membentuk gambar yang diterapkan sebagai batik.

Dalam perkembangannya membatik bisa dilakukan dengan cara di cap (batik cap), dicetak (batik printing), sistem ikat (batik ikat/jumputan) dan lain sebagainya. Pewarnaan batik juga telah mengalami berbagai teknik, misalnya dengan cara dikuas untuk mewarnai bagian – bagian tertentu yang dikehendaki.

Jika ditelusuri lebih jauh, timbulnya sebuah motif itu didorong oleh suatu keinginan menghias suatu benda untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, antara lain kebutuhan spiritual (Peresembahan pada para dewa, para raja/penguasa) kebutuhan u ntuk memvisualisasikan simbul – simbul religi, kebutuhan estetik, dan kebutuhan – kebutuhan lain menurut fungsi yang diinginkannya. Dari keinginan menghias suatu benda inilah, timbul berbagai macam bentuk hiasan yang kemudian disebut dengan ragam hias.

Source https://disparbud.jambikota.go.id https://disparbud.jambikota.go.id/batik-jambi/
Comments
Loading...