Falsafah Agraris Batik

0 267

Falsafah Agraris Batik

Ada kaitannya hubungan antara motif batik dengan lingkungan alam sekitarnya. Bentuk dan warna biji dan bunga menjadi inspirasi dari motif batik yang dibuat sedemikian indah oleh seniman tradisional yang kreatif menghasilkan berbagai motif dengan makna filosofisnya yang dalam. Motif dari rambut disela-sela pelepah daun pohon kolang kaling, melahirkan motif batik kawung. Dari bunga kenikir lahir motif batik ceplok kembang kenikir, dari bunga asam lahir motif batik semen kembang asem, dari buah manggis lahir motif batik ceplok manggis, dari merekahnya bunga kecil lahirlah motif batik truntum, dari mata parang yang rusak lahirlah motif parang.  Untuk pengisi ruang kosongnya diberi motif bunga sirih, rembyang, cengkehan, bunga delima dan lain-lain. Warna batik yang merah putih itu asalnya darti warna gula kelapa, hijau putih dari gadung mlati, merah ibarat hutan terbakar.

Saat industrialisasi makin merebak, penggusuran hutan atau daerah pertanian dengan hayati dan nabatinya, juga perubahan cara berpikir masyarakat pendukung nilai-nilai filosofi batik, maka semakin jelas tergesernya filosofi agraris yang menjadi isi utama filosofi motif batik.

Produk teknologi proses pembuatan batik printing dengan motif batik hasil rancangan komputer dengan variasi gambar dan kecerahan warna yang semarak ataupun yang norak pada dua dekade terakhir ini telah menciptakan tekstil bermotif batik gaya baru. Meski pun isi filosofinya tak lagi agraris. Ada juga motif-motif batik dengan karya kreatif yang tidak terikat dengan filosofi agraris pada batik tradisional, seperti motif batik Wahyu tumurun, wirasat, sri kuncoro, Bokor kencana dan lain-lain. Setiap daerah memiliki ciri  warna khas dan motif batiknya. Kalau di daerah Surakarta di pedalaman warna batik dikuasai sogan coklat, latar hitam/kelenga atau biru.

Source Falsafah Agraris Batik Batik
Comments
Loading...