infobatik.id

Faktor Penyebab Turunnnya Jumlah Perajin Batik di Kebumen

0 55

Faktor Penyebab Turunnnya Jumlah Perajin Batik di Kebumen

Kegiatan membatik telah menjadi bagian hidup dari masyarakat di Desa Gemeksekti, khususnya Dusun Tanuraksan menjadi pusat dari kegiatan batik tradisional di Desa Gemeksekti. Meskipun dari segi sejarah belum diketahui secara pasti kapan tepatnya batik masuk ke wilayah Kebumen, Gemeksekti khususnya, tetapi kegiatan tersebut telah membudaya dan masyarakat mempelajari batik secara turun temurun dan sudah sejak lama ada. Hal ini sesuai pernyataan dari perajin sendiri, pemimpin sentra batik, Pemerintah Desa Gemeksekti, serta dari Pemerintah Kabupaten Kebumen yang diwakili oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Kebumen. Tidak begitu banyak publikasi tentang keberadaan batik Kebumen baik dari perajin maupun dari pemangku kepentingan.

Informasi dari Kepala Dusun Tanuraksan bahwa saat ini memang jumlah perajin batik mulai mengalami penurunan meskipun belum signifikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor usia dan sulit mencari generasi penerus batik. Selain itu, ketidakseimbangan antara biaya produksi batik (dilihat dari waktu, tenaga dan biaya) dengan hasil yang diperoleh menyebabkan perajin beralih profesi ke pekerjaan yang dirasa lebih baik dari sebelumnya. Tidak begitu dijelaskan secara pasti profesi apa yang kemudian menjadi tumpuan para perajin batik ini, yang dapat diketahui beberapa perajin beralih profesi menjadi petani (buruh tani) atau berwiraswasta lainnya. Adanya penurunan jumlah perajin batik di Desa Gemeksekti juga diperkuat oleh pernyataan dari pemimpin salah sentra batik yang di Desa Gemeksekti Bapak H. Khamami, bahwa saat ini jumlahnya telah mengalami penurunan. Hal ini sudah dicoba ditanyakan lebih lanjut tentang berapa jumlah anggota pada awal berdiri paguyuban hingga jumlah anggota saat ini, tetapi tidak ada catatan yang pasti berapa jumlahnya.

Data yang didapat dari Disperindagkop Kabupaten Kebumen pada tahun 2009 bahwa jumlah perajin batik di Desa Gemeksekti adalah 178 Perajin (batik tulis, cap, dan printing). Sedangkan data yang diperoleh dari Kepala Dusun Tanuraksan pada tahun 2011 jumlah perajin batik adalah 155 perajin (batik tulis, cap, dan printing). Dari kedua data tersebut dapat diketahui telah terjadi penurunan jumlah perajin batik selama dua tahun terakhir. Meskipun penurunan jumlah perajin belum begitu signifikan, namun jika tidak disikapi dengan bijak akan berdampak kurang baik pada perkembangan selanjutnya, mengingat Desa Gemeksekti merupakan pusat (sentra) batik tradisional dan batiknya menjadi salah satu asset Kabupaten Kebumen yang harus dijaga dan dilestarikan.

http://eprints.uny.ac.id/23392/1/Skripsi%20Ratna.pdf

Comments
Loading...