Expo Batik Vaganza, Pameran Yang Tampil Beda

0 109

Expo Batik Vaganza, Pameran Yang Tampil Beda

Dewi Soemarso, pemilik batik “Puspa Hadi” Solo berharap banyak dari pameran yang diikuti di Alila Hotel Solo, 26-28 November. Meski digelar di Kota Solo, namun pameran bertajuk Batik Vaganza itu berskala nasional, karena digelar panitia bersamaan pelaksanaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Kadin, di tempat dan waktu yang sama.

Maka, dia menghandle langsung pameran selama tiga hari itu dan tidak menyerahkan pada karyawan. Alasannya, pameran adalah momen yang tepat untuk bertemu langsung dengan konsumen atau calon konsumen. Di situ bisa diketahui apa yang dimaui konsumen atau calon konsumen, sehingga perusahaan bisa melakukaan perubahan, penyesuaian, atau perbaikan. Sedang karyawan, masih bisa ditempatkan di showroom.

Manfaat lain dari mengikuti pameran adalah memperbanyak teman dan memperluas jaringan, selain menjual produk secara langsung serta mengenalkan produk atau berpromosi. Dari teman sejawat sesama penjual batik juga banyak masukan yang didapat.

“Baru saja ibu-ibu dari Jakarta mampir, melihat-lihat, dan membeli. Dari mereka, saya juga mendapat masukan tentang trend dan motif batik yang banyak disukai ibu-ibu sosialita di ibu kota,” kata Dewi, ketika ditemui di stand pameran, usai pembukaan expo.

Harapan serupa disampaikan Yani Mardiyanto, pemilik usaha kain lukis “Nasrafa” yang beralamat di Jalan Asem Kembar 83 Jebres, Solo. Dari pameran itu, kata dia, akan banyak orang yang mengetahui produknya berupa pakain batik lukis mau pun kerajinan batik lukis seperti payung dan mainan anak-anak.

“Esensi dari mengikuti pameran itu adalah memperluas jaringan dan memperbanyak teman, selain berpromosi dan berjualan,” kata dia, yang juga aktifis sosial itu.

Seorang pengunjung, Sari (45), mengaku kagum dengan berbagai batik yang dipamerkan di expo “Batik Vaganza” di Alila Hotel. Menurut dia, batik yang dipamerkan sangat berbeda dengan yang dipajang dalam pameran yang sebelumnya dia lihat di Solo, baik motif maupun kualitasnya.

“Mungkin ini pameran kelas nasional, jadi batik atau produk kerajinan yang dipamerkan adalah produk pilihan,” kata Sari.

Baik Ketua OC Rampinas, Kukrit Suryo Wicaksono, mau pun Ketua umum Kadin Pusat, Rosan P Roeslani mengatakan, sengaja dalam rapimnas ini digelar pameran produk lokal, terutama batik, dengan tujuan memperkenalkan produk-produk itu ke masyarakat. Menurut mereka, pameran itu sesuai tema Rapimnas, yakni peningkatan ekspor, daya saing industri, dan pembangunan ekonomi berkeadilan.

“Dalam rapimnas kali ini, Kadin tidak hanya fokus pada rapat saja. Kadin juga mendukung event-event yang digelar, seperti expo Batik Vaganza yang baru saja digelar. Di sini berbagai macam batik dan kerajinan unggulan dari Jawa Tengah dipamerkan. Dengan harapan masyarakat makin mencintai batik, membeli, dan memakainya,” kata Kukrit, ketika memberi penjelasan pada wartawan.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/news/baca/148579/expo-batik-vaganza-pameran-yang-tampil-beda
Comments
Loading...