Estetika Batik Desa Bekonang

0 172

Estetika Batik Desa Bekonang

Estetika yang terdapat pada Batik Bekonang terlihat dari unsur visual, rabaan, aroma, dan naratif. Unsur visual pada batik Bekonang terdiri dari motif, pola, warna, dan komposisi. Motif pada batik Bekonang berupa hewan, tumbuhan, dan bangunan. Pola batik Bekonang berupa pola geometris dan non geometris. Warna pada batik Bekonang yang tergolong pola kreasi tahun 1960-an sampai 1970-an menggunakan warna sogan, hitam dan biru tua. Sementara pada pola gabungan tahun 1980-an hingga 1990-an menggunakan warna modern, seperti: merah, kuning, hijau, biru, ungu dan orange.

Penggunaan bahan mori primissima dan prima pada keempat periode ini, menghasilkan unsur rabaan atau unsur tekstural halus. Unsur tekstural halus berasal dari adanya benang pakan dan lungsi pada kain mori yang memiliki kerapatan tenunan tinggi. Unsur aroma pada empat periode ini memiliki kesamaan, yaitu aroma dari malam yang merupakan bahan perintang pada proses pembatikan. Batik Bekonang pada pola kreasi tahun 1960-an masih mengacu pada Batik Keraton, terdapat pola Sido Mukti, Kakrasana, Babon angrem, dan Ceplok Cakar. Unsur naratif pada pola Sido Mukti menceritakan adanya ketenangan dan kemulyaan dalam hidup.

Pola Kakrasana menceritakan adanya kobaran semangat untuk menciptakan kehidupan damai dan sejahtera. Pola Babon Angrem menceritakan tentang kesabaran. Ceplok Cakar menceritakan tentang proses kehidupan. Pola batik gabungan tahun 1970-an merupakan gabungan pola keraton dan petani. Periode ini terdapat pola kopi pecah dan buketan burung; kawung dan buketan burung;kreno dan buketan burung; usus dan buketan burung. Pola kopi pecah dan buketan burung menceritakan adanya kegembiraan atau keceriaan dalam kehidupan. Pola kawung dan buketan burung menceritakan adanya kesedihan yang merupakan bagian dari kehidupan warna dan alur kehidupan. Pola kirno dan buketan burung menceritakan adanya bagian dari kehidupan yang lebih baik. Pola usus dan buketan menceritakan pola kehidupan masyarakat Bekonang.

Batik pola petanen atau sugesti alam tahun 1980-an hingga tahun 1990-an menggunakan pola petani. Pola yang terdapat pada periode ini terdiri dari pola Kupu-kupu, pola Bunga, pola Godong rambat dan kembang pete. Unsur naratif pada pola Kupu-kupu menceritakan adanya kebebasan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan adanya saling keterbutuhan antar sesama makhluk hidup. Pola Bunga menceritakan adanya kehidupan tanaman pada lingkungan sekitar alam Bekonang. Pola Godong Rambat menceritakan adanya kehidupan tanaman yang berada di sawah desa Bekonang. Pola kembang pete menceritakan kehgidupan yang subur di Desa Bekonang.

Source file:///C:/Users/User/Downloads/32-43-1-SM.pdf
Comments
Loading...