Eriana Dewi Dalam Menggunakan Pewarna Alami

0 187

Eriana Dewi Dalam Menggunakan Pewarna Alami

Batik yang diproduksi oleh Sylvia Eriana Dewi‎ yang merupakan salah satu  warga Wringin Putih, Borobudur, Kabupaten Magelang sekilas tidak berbeda dengan batik lainnya. Namun jika ditelisik lebih dalam, kita akan menemukan keuinkan produknya ini.

Batik yang diberi label Eriana Dewi Batik ini proses penggunaan warnanya dengan menggunakan bahan-bahan yang alami, salah satunya dengan menggunakan tanaman indigofera. Tanaman indigofera menjadi tanaman yang amat umum digunakan para pembatik untuk menghasilkan warna biru yang sedap dipandang mata. Namun, tak banyak yang tahu jika pada awal abad 20 tanaman ini dianggap beracun.

Masyarakat Magelang sendiri sebenarnya telah membudidayakan indigofera sejak hampir satu abad lamanya. Namun saat masa penjajahan Belanda, pemerintah kolonial memerintahkan untuk membakar semua tanaman itu karena dianggap beracun. Hingga saat ini terbatasnya pasokan indigofera membuat harga tanaman ini lumayan mahal. Untuk 1 kg daun yang sudah diolah menjadi pasta, indigofera dijual sekitar Rp 90 ribu hingga Rp 150 ribu.

Dari pada membeli pasta yang sudah jadi, Dewi lebih memilih untuk mengolah sendiri indigofera hingga menjadi pasta yang siap pakai. Ia mengaku membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk mengolahnya. Ia mengendapkan indigofera dengan larutan gula merah atau air tape.

Dari 100 kg daun indigofera, Dewi mengaku bisa menghasilan sekitar 12 kg pasta yang siap pakai. Kainnya dijual dengan harga Rp. 900 ribu per m dengan lebar 1,15 m. Sedangkan untuk kain yang menggunakan pewarna kayu atau bahan alami lainnya dibanderol dengan harga Rp. 500 ribu.

Source Eriana Dewi Dalam Menggunakan Pewarna Alami Batik
Comments
Loading...