Eloknya Batik Kudus nan Eksotis

0 88

Eloknya Batik Kudus nan Eksotis

Indonesia memiliki ragam batik. Setiap daerah memiliki motif dan warna yang berbeda. Tapi hingga kini batik yang paling dikenal adalah Batik Pekalongan, Jogjakarta, dan Cirebon. Namun belakangan, batik Kudus juga mulai disuka.

Salah satu contoh batik Kudus Alfa Shoofa yang memesona karya Ummu Asiyati. Seorang perajin sekaligus pengusaha batik Kudus. Saking bagusnya, desainer Denni Wirawan mempercayakan sejumlah koleksi fashionnya menggunakan batik Kudus karya Ummu.

“Di luar negeri pernah dibawa ke Paris dan Jepang,” ujar Ummu, pemilik Alfa Shoofa saat ditemui di pameran Batik di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pekan lalu. Lantas apa yang membuat batik Kudus mampu mencuri perhatian dunia?

Menurut perempuan peraih penghargaan dari Djarum Foundation atas dedikasi dan karyanya dalam batik Kudus di acara Wedari, batik Kudus punya keunikan motif. Motif batik Kudus itu, jelas dia, khasnya adalah beras kecer dan lung-lungan bunga randu.

”Beras kecer itu artinya beras yang terserak. Jadi latarnya seperti titik-titik agak lonjong. Kalau motif lung-lungan seperti lengkung ujung pancing,” katanya.

Dia mengaku, motif batik Kudus lebih rumit. Tapi rapi.

”Dengan pewarnaaan yang saya pakai dalam membuat batik adalah naptol dan indigosol,” katanya. Zat warna naptol terdiri dari komponen naptol sebagai komponen dasar dan komponen pembangkit warna.

Yaitu garam diazonium atau disebut garam naptol. Zat warna ini merupakan zat warna yang tidak larut dalam air. Dalam pewarnaan batik, zat ini digunakan untuk mendapatkan warna-warna tua. Dan hanya dipakai secara pencelupan. Sedangkan zat warna Indigosol atau bejana larut adalah zat warna yang ketahanan lunturnya baik, berwarna rata dan cerah.

Zat warna ini dapat dipakai secara pencelupan dan coletan. Warna yang dihasilkan cenderung warna-warna lembut/pastel. Ada beberapa motif batik yang telah dia buat. Dengan 50 diantaranya telah didaftarkan ke Kemenkumham.

Diantaranya motif Menoro Parijoto, Omah Kudus, Parijoto, Sekar Jagat Parijoto, Lunglungan Parijoto, Mbako Cengkeh, Lunglungan Mbako, Liris Cengkeh, Godong Mbako, Tari Kretek, Lentog Angkring, Kuntum Mbako, dan Kuntum Cengkeh.

Untuk membuat lebih banyak orang mengenal batik Kudus, dia rela berbagi ilmu. Bahkan, dia sengaja membuat kelas batik. Dari nol sampai menjadi sebuah batik. Hingga menjadi pakaian.

”Yang saya tekankan, setiap kali mereka buat batik, harus bisa bayangkan dulu. Misal bayangkan saat buat saku, bagaimana caranya biar enak dipandang,” ungkapnya.

Seperti saat pameran di Grand Indonesia, pengunjung bisa mencoba membatik menggunakan canting dan hasilnya bisa dibawa pulang.

Source https://indopos.co.id https://indopos.co.id/read/2018/10/15/152417/eloknya-batik-kudus-nan-eksotis
Comments
Loading...