Ekspor Batik RI Tembus Rp. 693 Miliar

0 135

Ekspor Batik RI Tembus Rp. 693 Miliar

Kementerian Perindustrian Indonesia menyatakan bahwa industri batik berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini mampu menyumbang devisa negara yang cukup signifikan dari ekspor. Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia.

Nilai ekspor batik dan produk batik tercatat sampai Oktober 2017 mencapai US$ 51,15 juta atau setara dengan Rp 693,4 miliar (kurs Rp 13.557). Angka ini naik dari capaian semester I 2017 sebesar US$ 39,4 juta. Tujuan pasar utamanya ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Perdagangan produk pakaian jadi dunia yang mencapai US$ 442 miliar menjadi peluang besar bagi industri batik untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Hal ini mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

Batik telah bertransformasi menjadi berbagai bentuk fashion, kerajinan dan home decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan mata pencaharian di dalam dan luar negeri. Hingga saat ini, IKM batik tersebar di 101 sentra seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan D.I Yogyakarta. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.

Dalam upaya untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM batik, Kemenperin telah melakukan berbagai program strategis, antara lain peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan, serta kegiatan promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri.

Source Ekspor Batik RI Tembus Rp. 693 Miliar Batik
Comments
Loading...