DPRD Kota Pekalongan Inisiasi Perda Ketersediaan Bahan Baku Batik

0 30

DPRD Kota Pekalongan Inisiasi Perda Ketersediaan Bahan Baku Batik

Pemerintah Kota Pekalongan menggelar acara Rembug dan Konferensi Batik Nasional dengan tema menjaga ketersediaan bahan baku batik di Hotel Pesona Pekalongan.

Rembug dan Konferensi Batik Nasional tersebut merupakan rangkaian acara Pekan Batik Nusantara 2018, dimana dihadiri oleh pelaku usaha batik dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang Tegal, Rembang, Madura, Yogyakarta, Solo dan sejumlah daerah yang memiliki pengrajin batik lainnya.

Dalam acara dibahas isu isu terkini mengenai batik, dan ketersediaan bahan baku batik agar keberlangsungan usaha batik di Pekalongan tidak akan punah.

Adapun perwakilan dari Yayasan Batik Indonesia, Romi Oktabirawa yang hadir dalam acara menuturkan, keberadaan batik di Indonesia sudah semakin baik, namun belum dibarengi adanya Undang-undang perlindungan batik.

“Belum adanya kesepahaman bersama mengenai batik, dapat mengancam eksistensi batik yang merupakan komoditas budaya. Undang-undang sangat diperlukan untuk melimdungi para pengerajin batik, supaya batik lebih maju sehingga dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat dan devisa negara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Zaenul Hakim menjelaskan ketersediaan bahan baku merupakan permasalahan serius yang dialami para pengrajin batik.

“Permasalahan terkait ketersediaan bahan baku perlu dibahas dan dicarikan solusi, karena selain undang-undang perlindungan perlindungan pekerja di bidang batik, permasalahan bahan baku menjadi masalah klasik, kami berharap terkait permasalahan yang sudah dirumuskan dalam konferensi, segera disusun dalam bentuk rekomendasi untuk kemudian disampaikan kepada Kementerian Perdagangan RI,” paparnya.

Permasalah yang dibahas dalam konferensi tersebut di sambut baik oleh Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab, dan ia menambahkan, tak jarang terjadi kekosongan dan kelangkaan bahan baku batik di pasaran. Namun, bahan baku batik yang sama akan muncul kembali tetapi dengan harga yang lebih mahal.

‘’Kondisi demikian menjerat pelaku UMKM batik di berbagai daerah, karena UMKM batik hanya bisa menerima dan mengikuti harga yang telah ditetapkan oleh penyedia bahan baku batik,’’ tambahnya.

Guna mengatasi hal tersebut, Balgis akan mendorong adanya kebijakan serta regulasi dalam bentuk Perda agar bisa menyeimbangkan harga, dan mengatasi kelangkaan bahan baku.

“Melalui kegiatan Rembug dan Konferensi Batik Nasional diharapkan dapat merekomendasikan adanya regulasi tingkat nasional terkait ketersediaan bahan baku batik, untuk itu kami akan menginisiasi Perda tentang ketersediaan bahan baku, agar batik terus terjaga kelestariannya,” tambahnya.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2018/10/24/dprd-kota-pekalongan-inisiasi-perda-ketersediaan-bahan-baku-batik
Comments
Loading...