Dosen Unnes Ubah Batik Jadi Ramah Lingkungan

0 24

Dosen Unnes Ubah Batik Jadi Ramah Lingkungan

Dosen Unnes mengangkat kualitas batik tulis Lasem dari dua kelompok perajin, Rosyta Batik dan Batik Mulya Jaya di Desa Pandan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang menjadi lebih ramah lingkungan serta berkualitas ekspor. Peningkatan kualitas dilakukan dengan mendesain ulang dan membuat ketel stainless steel agar lebih optimal dan tahan korosi. Sebelumnya, kedua perajin itu produksinya belum efektif, efisien, dan menghasilkan limbah seng (Zn).

”Dua mitra perajin ini dalam proses pembuatan batik masih mencemari lingkungan. Padahal, potensi batik dapat dikembangkan supaya berkualitas ekspor,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unnes, Prima Astuti Handayani di kantornya. Kedua mitranya ini memiliki masalah sama dalam pembuatan batik, yakni kapasitas ketel untuk proses nglorot atau mewarnai yang masih kecil.

Ketel itu juga terbuat dari besi sehingga rentan korosi yang imbasnya bisa mengotori batik.

Menurut dia, kedua mitranya itu juga masih belum memiliki workshop dan display batik yang representatif. Adapun, ketel baru yang dibuat mempunyai kapasitas 176 liter atau 2,5 kali dibandingkan ketel lama berkapasitas 70 liter. Dalam tim, Prima didampingi dua anggotanya, Dhoni Hartanto dan Siti Nurrohmah. Dhoni menegaskan, timnya ini menghasilkan workshop andalan mitra untuk tempat produksi yang efektif dan efisien. Sekaligus jadi tempat representatif untuk memamerkan batik secara elegan.

Display produk akan jadi alat penting bagi mitra untuk mengorganisir dan memamerkan produk batiknya. ”Tim kami juga membantu mempromosikan batik tulis Lasem ke luar negeri yaitu Malaysia dan Jerman,” ungkapnya. Pemilik Rosyta Batik, Aristiawan mengaku memiliki 10 perajin untuk menyanting. Bantuan ketel baru ini menjadikan jumlah kain yang dilorot meningkat, dari semula hanya 40 kain/ hari jadi 70- 100 kain/ hari. Waktu untuk mendidihkan air jadi lebih cepat 30 menit. Satu kain batik dijual antara Rp 150 ribu hingga Rp 5 juta.

Reviewer pengabdian masyarakat dari Kemenristekdikti, Dr Ida Bagus Putu Mardana MSi mendorong para perajin untuk bisa mengikuti pameran seni di Bali. Dia meyakini batik tulis Lasem akan mendapatkan perhatian di pameran seni yang dihadiri, khusus turis mancanegara.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/news/baca/133203/dosen-unnes-ubah-batik-jadi-ramah-lingkungan
Comments
Loading...