Dosen UMY Kenalkan Kompor Batik Listrik

0 60

Dosen UMY Kenalkan Kompor Batik Listrik

Dalam rangka turut berperan dalam melestarikan industri batik di Tanah Air khususnya di DIY, pada tahun ini Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)dari program studi Teknik Elektro yang diketuai Ramadoni Syahputra dengan anggota Faaris Mujaahid menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk proses produksi batik.

Teknologi ramah lingkungan yang diimplementasikan di Unit Kecil dan Menengah (UKM) batik adalah kompor batik listrik otomatis. Ramadoni menjelaskan proses produksi batik selama ini masih menggunakan kompor batik dengan bahan bakar minyak.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di UKM batik Ida Lestari yang berlokasi di Dusun Pijenan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul. Desa Wijirejo telah lama dikenal sebagai sentra industri batik di Bantul. Dalam kegiatan ini UKM batik didorong untuk menggunakan kompor batik listrik otomatis dalam proses produksi batik.

Kompor listrik yang bekerja pada tegangan 220 V mengonsumsi daya maksimum 80 watt terutama pada saat awal memanaskan lilin atau biasanya disebut malan. Ramadoni juga menjelaskan perbandingan yang digunakan saat menggunakan kompor batik minyak tanah dengan kompor batik listrik.

Berdasarkan perbandingan penggunaan kompor batik minyak tanah, maka penggunaan kompor batik listrik menghasilkan penghematan yang signifikan. Sebagai ilustrasi untuk penggunaan dua buah kompor minyak tanah dalam sehari membutuhkan satu liter minyak tanah.

Jika harga minyak tanah adalah Rp 12.000 per liter, dalam sebulan dibutuhkan biaya bahan bakar sebesar Rp375.000. Dapat dibandingkan jika menggunakan dua kompor listrik masing-masing 80 watt yang menggunakan listrik PLN dalam produksinya, maka dalam satu bulan dapat menghemat biaya produksi sangat signifikan, karena biaya produksi yang dibutuhkan hanya berkisar 15% dari biaya produksi menggunakan kompor minyak tanah.

Keunggulan kompor batik listrik selain hemat dan ramah lingkungan adalah kompor batik listrik juga lebih aman dari bahaya kebakaran serta lebih aman dari kelangkaan bahan bakar.

Source https://jogjapolitan.harianjogja.com https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/05/29/511/995483/dosen-umy-kenalkan-kompor-batik-listrik
Comments
Loading...