Dorong Pengrajin Gunakan Pewarna Alami

0 108

Dorong Pengrajin Gunakan Pewarna Alami

Penggunaan pewarna alami untuk proses pembuatan kain batik saat ini jarang digunakan. Pengrajin lebih memilih menggunakan warna sintetis. Padahal warna sintesis selain berbahaya juga merusak lingkungan karena menghasilkan limbah kimiawi. Kepala Pusat Kependudukan dan Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Nana Kariada mendorong pengrajin batik di Kampung Malon, Gunungpati untuk menggunakan perwarna alami. “Pendampingan berupa penggunaan warna alami bisa mendatangkan dan menjadi magnet bagi wisatawan, terlebih jarak Malon dan Goa Kreo serta Waduk Jatibarang tidak terlalu jauh,” katanya.

Di Kampung Malon sendiri ada dua kelomppol batik yang didampingi yakni Batik Zie dan Batik Salma yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Selain itu ada empat kelompok yang mulai tumbuh, yakni Batik Citra, Batik Kristal, Batik Delima, dan Batik Manggis. Pendampingan dan pembinaan kepada pengrajin batik sendiri dilakukan Unnes dengan PT Indonesia Power dan Pemkot Semarang yang menjadikannya sebagai desa binaan. Kampung batik di Bubakan, Semarang sudah ada. Namun disana lebih ke penjualan. Di Kampung ini, kami ingin pengrajin buat disini dan dijual disini. Dengan perbedaan tersebut, saat ini Kampung Malon sering dikunjungi wisatawan untuk belajar membatik. Bahan yang digunakan untuk pewarnaan adalah tanaman bakau atau mangrove tanaman jenis indigofera, dan buah jelawe.

Terpisah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Prof Dr Totok Sumaryanto Florentinus  mengatakan pendampingan dan pelatihan sudah dimulai sejak Oktober 2017. Pada pertengahan Desember 2017 juga dilakukan pelatihan diikuti 20 pengrajin. Produk batik yang dikembangkan kelompok-kelompok pengrajin batik di Kampung Malon tetap mengusung konsep natural dengan menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan.

Source http://radarsemarang.com/ http://radarsemarang.com/2018/01/02/dorong-pengrajin-gunakan-pewarna-alami/
Comments
Loading...