infobatik.id

Dinamika Industri Batik di Papringan

0 54

Dinamika Industri Batik di Papringan

Perkembangan batik di Papringan adalah bermula dari sekian lama sejak jaman kerajaan di jawa, masa penjajahan, hingga kemerdekaan, masyarakat Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas, sebagian besar kaum perempuannya memiliki kegiatan membatik untuk mengisi waktu luangnya dalam menjalankan perannya mengurus rumahtangga dan membantu suami bertani. selain mengisi waktu luang, kegiatan membatik juga sedikit banyak membbantu pendapatan keluarga. Berpuluh tahun lalu, hingga sekarang para pembatik Papringan hanya berperan sebagai pengobeng (buruh batik) dari para pengusaha batik dari Sokaraja dan berbagai daerah lain. Mereka memola mori, atau mengisi mori yang telah dibatik sebelimnya (selengkapnya bisa dibaca pada proses membatik). mereka menerima upah perlembar kain yang mereka batik. Jerih payah mereka dihargai hanya sampai pada selesainya kain dibatik. tanpa ada penghargaan terhadap karya seni, ataupun harga jual kain batik itu nantinya.

Tahun 2010, Desa Papringan menerima salah satu program dari PNPM Mandiri yaitu PLPBK (Penataan Lingkungan dan Pemukiman Berbasis Kelompok) yang salah satu posnya adalah pengembangan batik. Fokus dari pengembangan batik ini adalah untuk menjadikan Papringan sebagai sentra industri batik, meningkatkan kemandirian para pembatik agar mampu berproduksi sampai tuntas menghasilkan kain batik, tidak lagi sebagai buruh batik bagi daerah lain. Dibentuklah sebuah Kelompok Perajin Batik Pringmas yang menghimpun seluruh pembatik yang ada di Desa Papringan.

Berbagai upaya kemitraan telah digalang oleh BKM Pringmas sebagai pelaksana PNPM mandiri untuk menjalin kerjasama mendukung pengembangan batik di Papringan. Meskipun sebelumnya juga telah ada peranserta dari dinas pemerintah, dalam hal ini Disperindagkob Kabupaten Banyumas yang beberapa kali telah memberikan pelatihan dan bantuan peralatan membatik.

Pada tahun 2013, Bank Indonesia merangkul Batik Pringmas untuk lebih kuat lagi dan profesionan dengan mengadakan serangkaian kegiatan bertemakan Penguatan dan Pelatihan UMKM Kelompok Batik Pring Mas. Perajin batik sejumlah 30 orang yang merupakan perwakilan dari masing-masing RW di Desa Papringan selama Juni 2013 mengikuti kegiatan tersebut. Batik Pringmas selain memproduksi batik juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin melihat proses produksi batik yang dilakukan di galeri RW 1 Desa Papringan. Pada awal tahun 2014 Bank Indonesia memfasilitasi pembangunan gedung sentra Batik Papringan sebagai sarana untuk menampung dan menjual hasil produk batik para pengrajin batik di Papringan. Gedung ini terletak di samping pendopo RW 1 Desa Papringan. Di pinggir jalan desa dan di tepi Sungai Serayu. Suatu letak yang strategis meskipun masih dinilai jauh dari kota.

Pada tanggal 24 Mei 2014 gedung sentra Batik Papringan diresmikan oleh Deputy Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara. Acara peresmian ini disaksikan oleh Bupati Banyumas, Acmad Husein dan para kepala kantor perwakilan Bank Indonesia se-Jateng dan DIY. Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan para pemenang lomba Desain Batik Banyumasan yang seluruhnya disabet oleh anggota kelompok Pringmas dan warga Papringan untuk kategori batik tulis. Ini semakin menjadikan semangat bagi kami dalam melanjutkan mewujudkan sentra industri batik di desa Papringan. Pelatihan demi pelatihan masih dilaksanakan untuk warga Desa Papringan masih dalam rangka pendampingan yang dilakukan Bank Indonesia perwakilan Purwokerto. Pekan ketiga Juni dilaksanakan pelatihan bagi para penjahit di SKB Kalibagor. Pelatihan ini diharapkan menambah keterampilan menjahit dan wawasan perkembangan dan variasi produk fashion, dan mendukung produk turunan batik berupa pakaian batik maupun pernak pernik yang memanfaatkan batik. Pekan keempat juni 2014 dilaksanakan pelatihan batik cap.

Gedung sentra Batik Papringan menampung berbagai macam produk hasil karya masyarakat Desa Papringan, mulai ari batik tulis, batik kombinasi, kain jumputan, batik cap, baju batik dan kerajinan lainnya. Dengan sudah cukup lengkapnya sarana dan prasarana maupun masih kurangnya fasilitas, kami terus berjuang mewujudkan mimpi kami menjadikan desa Papringan sebagai kawasan sentra industri Batik Banyumasan, dalam rangka melestarikan Batik Banyumasan dan tentu saja memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Papringan.

Source http://pringmas.blogspot.co.id/ http://pringmas.blogspot.co.id/2014/06/sekilas-dinamika-industri-batik-di.html
Comments
Loading...