Di Balik Kisah Batik Tulis Tanjung Bumi Yang Salah Satu Andalannya Bisa Sentuh Harga Fantastis

0 11

Di Balik Kisah Batik Tulis Tanjung Bumi Yang Salah Satu Andalannya Bisa Sentuh Harga Fantastis

Tak ada yang membantah, batik merupakan salah satu karya budaya bangsa yang sudah tersohor hingga ke luar negeri. Hampir di setiap daerah di negeri ini, memiliki sentra kerajinan batik. Terutama Pulau Jawa dan sekitarnya.

Wajar jika kemudian sentra kerajinan batik bisa menjadi salah satu destinasi wisata budaya bagi para wisatawan. Baik yang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di Pulau Madura yang terletak bersebelahan dengan Pulau Jawa, misalnya, ternyata juga memiliki beberapa sentra kerajinan batik. Salah satunya yang berada di Kabupaten Bangkalan. Tepatnya di Desa Peseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, terdapat sentra kerajinan Batik Telaga Biru.

Desa wisata ini memang sudah menjadi tempat berkumpulnya pengrajin juga pedagang batik sejak puluhan tahun yang lalu. Batik yang berasal dari desa ini memiliki motif batik tulis pesisir yang terkenal dengan penggunaan warna-warna tajam, seperti warna merah.

Hal ini berbeda dengan jenis batik tulis pedalaman yang memiliki motif dan warna yang kalem dan sederhana. Letaknya yang berada di pesisir pantai, mewakili jiwa seni pengrajin batik pesisir yang terbuka dan berani dengan dunia luar.

Menuju Lokasi

Bagi para wisatawan yang ingin datang berkunjung untuk mengetahui langsung proses pembuatan batik, desa wisata ini atau desa Paseseh, berjarak sekitar 45 km dari pusat kota Bangkalan. Sekitar 6 km saja dari Pantai Siring Kemuning.

Untuk akses jalan menuju Kecamatan Tanjung Bumi sudah mulai diperbaiki, terutama ketika masuk kecamatan Tanjung Bumi, jalan sudah lebar dan mulus. Angkutan umum juga sudah banyak tersedia, siap untuk mengantar para wisatawan.

Dari Pelabuhan Kamal, wisatawan cukup memilih angkutan umum sejenis L 300 menuju pusat Kota Bangkalan. Lalu langsung menuju Kecamatan Tanjung Bumi dengan ongkos sekira Rp15.000.

Lalu bila memilih jalur melalui Jembatan Suramadu, menggunakan bus patas dari Terminal Bungurasih Surabaya, wisatawa tinggal turun di perempatan Tangkel. Lalu menuju pusat Kota Bangkalan dengan angkutan umum. Setelah itu kembali naik angkutan umum menuju daerah pesisir utara Kecamatan Tanjung Bumi dengan L 300.

Tepat dipinggir jalan di daerah Kecamatan Tanjung Bumi atau sekitar 50 meter dari Kantor Pos Tanjung Bumi ada Gapura yang berdiri. Memasuki Gapura tersebut, wisatwan akan langsung disuguhi rumah-rumah yang beralih fungsi menjadi tempat kerajinan batik tulis Tanjung Bumi.

Berawal dari Kejenuhan Para Ibu

Batik tulis Tanjung Bumi sudah lama hadir. Berawal dari kejenuhan para kaum ibu di kawasan pesisir. Lalu mengisi waktu luang sambil menunggu suami datang kembali dari berlayar di lautan.

Batik ini memiliki ciri khusus yang menjadi pembeda dengan batik tulis dari daerah lainnya. Adanya motif burung yang pasti terdapat di batik Tanjung Bumi ini, serta penggunaan warna merah yang sangat mewakili karakter penduduk pesisir, khususnya Pulau Madura.

Dari segi seni, tampilan serta corak para pengrajin batik tulis di desa ini berbeda–beda. Hal ini bisa dapat dibuktikan langsung dengan mengunjungi beberapa pengrajin yang ada di kawasan tersebut. Tentu saja itu semakin menambah kekayaan motif batik Tanjung Bumi yang hampir memiliki 1.000 jenis motif.

Batik Andalan

Berbagai macam motif, seperti motif Rongterong, Ramo, Perkaper, Serat Kayu dan sebagainya. Ada satu jenis batik yang menjadi andalan yakni jenis batik Gentongan. Nama batik Gentongan sendiri berasal dari kata Gentong atau sejenis tempat besar yang biasa digunakan untuk menampung air.

Batik jenis Gentongan ini memiliki corak dan warna yang spesial, karakter yang kuat, warna yang lebih tajam dan membuat orang yang memakainya semakin menambah aura kewibawaan. Tidak salah jika harga yang ditawarkan untuk jenis batik Gentongan ini berkisar di atas Rp2.000.000. Harga tersebut bisa didapatkan bila langsung membelinya ke pengrajin.

Sebenarnya lama proses pembuatan batik dan tingkat kesulitan dalam pengerjaannya ini mempengaruhi nilai harga yang ditawarkan. Batik Gentongan menduduki kualitas tingkat pertama terutama dalam pewarnaannya.

Membutuhkan waktu paling lama satu tahun dari mulai membuat corak, pewarnaaan dan perendaman batik dalam gentong. Batik lalu di rendam di dalam gentong dan di letakkan pada kamar khusus yang tertutup. 

Source https://infonawacita.com/ https://infonawacita.com/di-balik-kisah-batik-tulis-tanjung-bumi-yang-salah-satu-andalannya-bisa-sentuh-harga-fantastis/
Comments
Loading...