Detergent yang Bahaya untuk Kain Batik

0 413

Detergent yang Bahaya untuk Kain Batik

Dalam merawatan batik hal yang terpenting adalah bagaimana cara mencucinya, sabun apa yang dapat dipergunakan, dan bagaimana cara pengeringannya paska dicuci. Untuk kain dan busana batik sangat dianjurkan tidak menggunakan deterjen ketika mencuci. Deterjen tidak cocok untuk kain batik dan kain tradisional lainnya. Proses pencucian yang salah dan penggunaan detergent saat mencuci bisa merusak tekstur kain dan warnanya. Selain menggunakan detergent, banyak orang yang menyarankan mencuci batiknya dengan sabun mandi dan sampoo.

Dalam proses mencuci batik penggunaan sabun dan sampoo untuk membersihkan batik memang lebih baik dari pada menggunakan detergent. Sabun terbuat dari lemak nabati atau hewani yang dipanaskan dengan larutan alkali seperti natrium hidroksida atau kalium hidroksida. Kandungan sampoo pada umumnya berupa bahan pembersih yang berupa sistem surfaktan, kadang ditambahkan pula sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan surfaktan. Bahan surfaktan yang umum digunakan berupa surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat), natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium. Sabun dan sampoo biasanya digunakan untuk membersihkan kotoran yang berhubungan langsung dengan kulit manusia. Sedangkan, untuk detergent digunakan membersihkan pakaian yang tidak berhubungan langsung dengan tubuh manusia. Sehingga penggunaan sampoo dan sabun pada kain batik lebih lembut dan aman ketimbang memakai detergent.

Detergent sendiri merupakan hasil dari kemajuan teknologi, namun dampaknya sangat merusak lingkungan. Detergent adalah campuran zat kimia dari sintetik maupun alam yang memiliki sifat yang dapat menarik zat pengotor dari kain. Detergent merupakan pembersih yang terdiri dari zat aktif permukaan (surfaktan), fosfat, silikat, pemutih, pewangi, penimbul busa, optical brightener (bahan yang membuat pakaian lebih cemerlang), bahan aktif linear alkil sulfonat (LAS), atau natrium benzena sulfonat (Na-ABS). Detergent memiliki kadar pH yang sangat basa (9,5-12), sehingga bersifat korosif, sifat ini dapat merapuhkan kain batik. Zat pembersih seperti chlorine, zat kimia yang banyak dipakai sebagai pemutih dalam deterjen membutuhkan waktu selama 150 tahun untuk terurai sempurna. Zat chlorine ini bisa memudarkan keindahan warna kain batik. Saat ini ada beberapa produsen detergent yang membuat detergent cair khusus untuk kain batik. Bahannya terdiri dari 13.9% Lauryl Ether Sulfate dan 3% Alkyl Polyglucoside. Kandungan pembersihnya berasal dari bahan alami sehingga warna tidak mudah pudar dan memberikan wangi yang segar dan natural.

Untuk kandungan zat dalam bahan sampoo dan sabun lebih baik dan ramah, tidak terlalu merusak kain dari pada penggunaan detergent dalam membersihkan kain batik. Namun sebaik-baiknya bahan tersebut tetap mengandung bahan kimia yang bisa merusak lingkungan dan juga merusak keindahan kain baik. Pilihalah cara tradisional, walau terkadang agak repot namun lebih ramah dan tidak merusak kain batik.

Source Detergent yang Bahaya untuk Kain Batik Bahan
Comments
Loading...