Desainer Batik : Seorang Perempuan dengan Batik

0 27

Dari lukisan batik mereka, dari keriput yang mereka coba sembunyikan dalam sisi senyum pahit kehidupan renta mereka. Jauh dari hingar bingar pasar atau bahkan mall yang berdiri tegak sembilan puluh derajat, 5 lantai. Mereka lebih suka menikmati senja dengan pandangan kosong kepada matahari tenggelam, berharap, ada keajaiban di sana, di generasi selanjutnya, generasi yang melanjutkan perjuangan mereka. Meneruskan lereng-lereng yang penuh dengan motif geometris, meneruskan mekarnya bunga-bunga dalam motif batik mereka.

Perempuan itu terkadang tertunduk, sedikit mengantuk menyelesaikan Babon Angrem yang sudah hampir sebulan beliau kerjakan. Pilu sekali sepertinya, karena beliau menggambarkan kehidupannya sendiri dalam lukisan canting yang sudah membuat tangannya gemetar. Babon Angrem itu seperti mengerami telur yang tidak kunjung menetas, entah itu telur mereka atau telur dinosaurus yang dititipkan velociraptor kemarin sore. Lukisan motif itu benar-benar menggambarkan seorang induk yang telah berusia senja, dimana anak-anak mereka sudah lupa akan bagaimana memancing ikan di sungai, atau bermain kataman suda manda di halaman tempat mereka biasa membatik.

Sejenak mereka ingin kembali muda, untuk lebih banyak menggambarkan kehidupan mereka dalam setiap motif batiknya. Karena mereka tahu tidak akan lama lagi bersanding dengan gawangan yang sudah lusuh terkena malam yang menghitam.

Source indonesianbatik.id indonesianbatik.id/2018/11/02/lukisan-senja-renta-kehidupan-seorang-perempuan-tua-dengan-batiknya
Comments
Loading...