Desainer Batik : Mbah Wito, Sang Maestro Batik Cuwiri

0 19

Mbah Wito, telah kembali ke hadapan Yang Maha Kuasa. Beliau mewarisi kami dengan sebuah kisah, yang nantinya akan mengiringi kepergian sang maestro Batik Cuwiri ini. Mungkin bagi beberapa orang, seorang Mbah Wito adalah sesepuh biasa, namun bagi kami, beliau adalah sesepuh sekaligus salah satu yang menjadi inspirasi kami di Bumi Batik Girilayu. Akan kami ceritakan kisah ini sebagai sebuah lagu dan cerita yang akan menjadi pengiring kepergian beliau. Sebelumnya, kami tidak memiliki sebuah rencana yang jelas tentang batik, bahkan tidak mengerti sama sekali.

Asap tumper yang mengebul sekitar 3 bulan lalu di depan rumah beliau di Selomirah, Desa Girilayu, membuat kami berubah. Beliau dengan usia yang lebih dari 90 tahun masih membatik. Kami berkunjung untuk membuat artikel pertama kami di Prajnaparamita. Kami mulai bertanya beberapa hal tentang batik, tapi kadang beliau lupa, bahkan beliau juga lupa sejak kapan berkenalan dengan batik. Dari sinilah kami mulai mengerti bagaimana batik mulai membuat rumah baru di kepala kami, penuh dengan ide dan imajinasi liar yang memaksa kami harus meneruskan cita-cita kami. Kembali kepada Mbah Wito, ketika kami mulai menanyakan hal tentang batik, beliau selalu mengelak, bahkan beliau malah membahas orang tua kami, bercerita bahwa dulu beliau memiliki kenangan yang baik dengan orang tua kami tidak.

Source indonesianbatik.id indonesianbatik.id/2018/05/04/mbah-wito-1923-2018-mengiringi-kepergian-sang-maestro-batik-cuwiri-dengan-sebuah-kisah
Comments
Loading...