Desa Kebon Penghasil Batik Ramah Lingkungan

0 61

Desa Kebon Penghasil Batik Ramah Lingkungan

Batik merupakan salah satu karya seni yang terkemuka di seluruh nusantara dan telah menjadi kegiatan produksi yang penting di beberapa kota di Indonesia. Suksesnya pedagangan batik di Indonesia menimbulkan persoalan lingkungan sendiri karena industri batik setiap tahunnya memproduksi kadar emisi CO2 yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sektor UKM lainnya dengan mengkonsumsi bahan bakar minyak tanah, zat kimia pemutih secara berlebihan sehingga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Desa Kebon yang terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu sentra batik tulis dengan menggunakan pewarna alam. Sebelum gempa DIY-Jateng pada tahun 2006, sebagian pembatik di desa ini menjadi buruh batik ditempat usaha batik yang telah memiliki nama di kota-kota besar, seperti Jogja dan Solo. Akan tetapi setelah gempa, sebagian besar dari mereka kembali ke desa dan hanya melakukan pembatikan apabila ada order dari para pengusaha di kota-kota besar.

Di Desa Kebon ini terdapat 5 kelompok Pembatik yang terdiri dari 169 ibu-ibu yang bekerja di sektor kerajinan batik tulis dengan pewarna alam ini. Pewarna alam yang digunakan antara lain berupa kayu jambal, mahoni dan secang, teger, serta daun mangga dan jati. Proses yang dilakukan agar pewarna alam ini dapat menjadi pasta yang akan digunakan untuk membatik memakan waktu proses selama 3 bulan.

Ketua Kelompok Perajin Batik Tulis Kebon Indah, Daliyem (42), mengakui pendampingan dan pelatihan dari LSM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Klaten sangat membantu usahanya. Dengan menggunakan warna alami dari tumbuhan yang ada di sekitarnya, limbahnya bisa digunakan untuk pakan ternak dan tidak merusak lingkungan.

Source http://indonesiakreatif.bekraf.go.id/ik/ http://indonesiakreatif.bekraf.go.id/iknews/desa-kebon-penghasil-batik-ramah-lingkungan/
Comments
Loading...