Denny Wirawan Tampilkan Keindahan Batik Kudus Lewat ‘Pasar Malam’

0 26

Denny Wirawan Tampilkan Keindahan Batik Kudus Lewat ‘Pasar Malam’

Denny Wirawan termasuk salah satu desainer Indonesia yang giat mengusung kain-kain Nusantara dalam rancangan busananya. Lewat label Balijava, Denny konsisten menghadirkan busana siap pakai dengan unsur etnik sejak 2009. Kini untuk pertamakalinya desainer kelahiran Bali, 47 tahun lalu ini menggelar show tunggal khusus untuk melansir koleksi Balijava terbarunya Batik Kudus 2015-2016. Bekerjasama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, Denny mengangkat keindahan dan eksotisme batik Kudus ke dalam busana bergaya modern tanpa meninggalkan unsur tradisional.

“Balijava rilis sejak 2008. Tapi mulai serius digarap di 2009. Lebih banyak ikut show kecil di Jakarta dan luar negeri atau gabung di salah satu event fashion. Belum pernah dibuat show sendiri. Di 2015 ini lebih ingin rebranding Balijava supaya lebih dikenal,” tutur Denny saat konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat.  Bertempat di Grand Ballroom Hotel Kempinski, sebanyak 80 set busana ditampilkan dalam panggung show bernuansa ‘Pasar Malam’, yang juga menjadi tema peragaan malam itu. Motif-motif khas batik Kudus seperti Beras Kecer, Beras Kepyar, Anggrek Cattleya dan Bunga Seruni terlihat apik dalam deretan busana bergaya edgy khas Denny Wirawan.

“Kenapa temanya Pasar Malam, karena itu kegiatan yang sangat Indonesia dan adanya di daerah, kampung. Ada wahana, lampu warna-warni, orang-orang kumpul, suasana riang gembira. Itu juga terinspirasi dari batik Kudus yang dominan warna cerah dan playful,” jelasnya. Koleksinya didominasi coat panjang, cape, crop top berpotongan longgar, celana kulot, gaun A-line, rok asimetris aksen ruffle serta berbagai gaun panjang. Tak lupa padanan kemeja putih dengan cape atau jaket batik yang memberi kesan preppy dengan sentuhan etnik. Untuk cutting, Denny memang ingin menjaganya tetap simpel agar lebih menonjolkan motif batiknya.

Tak hanya batik tradisional, Denny pun menampilkan motif digital printing yang digabungkannya dalam satu kesatuan busana. Gambar hutan pinus yang banyak terdapat di Kudus menjadi semacam latar di belakang motif-motif batik Kudus yang kaya warna. “Saya memakai motif dan warna asli batik Kudus tapi di tengah-tengah proses saya modifikasi motif sendiri biar ada sentuhan Denny Wirawan. Batik hadir tidak melulu head to toe tapi dikombinasi dengan teknik print seperti digital print dan photo print yang memang saat ini sedang in,” ujar Denny.

Anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia ini juga memberi sentuhan edgy dengan menampilkan beberapa motif khas batik Kudus dalam skala ukuran yang lebih besar. Seperti bunga Anggrek dan Merak Njraping yang ditampilkan dengan teknik patchwork maupun digital print. Menariknya, meskipun beberapa motif dipadukan menjadi satu, tidak ada kesan menumpuk ataupun tumpang tindih. Semuanya menyatu menjadi suatu harmonisasi yang apik, eklektik, dengan unsur modernisasi dan tradisional yang seimbang. Nuansa eklektik dalam peragaan busana ini pun semakin kental dengan iringan musik kontemporer arahan komposer musik ternama Yovie Widianto

Source https://wolipop.detik.com/ https://wolipop.detik.com/read/2015/09/04/073514/3009678/233/denny-wirawan-tampilkan-keindahan-batik-kudus-lewat-pasar-malam
Comments
Loading...