Demi Efisiensi, Pengusaha Batik Daur Ulang Limbah Lilin dan Malam

0 155

Demi Efisiensi, Pengusaha Batik Daur Ulang Limbah Lilin dan Malam

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) klaster batik mencoba untuk meminimalisir dampak dari pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Para perajin mulai lakukan efisiensi penggunaan bahan baku, bahkan ada yang mendaur ulang limbah.

Pemilik galeri Batik Muria Kudus, Yuli Astuti, mengatakan, agar usahanya tidak gulung tikar, pihaknya melakukan sejumlah efisiensi untuk menekan biaya produksi. Diantaranya menggunakan bahan daur ulang limbah dari penggunaan pertama. Sehingga satu bahan baku bisa digunakan hingga dua kali. Misalnya menggunakan kembali lilin dan malam. “Dampak dari pelemahan rupiah sangat terasa karena sebagian besar bahan baku batik merupakan impor. Berbagai upaya kami lakukan, diantaranya melakukan efisiensi bahan baku dan daur ulang limbah,” kata perempuan yang pernah mengikuti ajang ASEAN Woman Corporative Forum itu.

Menurutnya, merosotnya nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap perkembangan usaha kerajinan batik karena perajin masih mengandalkan bahan baku yang disokong dari luar negeri sebanyak 70 persen dari semua bahan baku. Bahan baku impor misalnya kain, bahan kimia dan bahan pendukung lain. Bagaimana dengan menaikkan harga produk? ia lebih memilih tidak melakukan itu. Pasalnya, sudah pengalaman beberapa waktu lalu ketika menaikkan harga produk banyak pelanggannya yang mengeluh dan komplain.

Sejak perekonomian anjlok, imbasnya langsung dirasakan perajin kecil sepertinya. Harga bahan baku mengalami peningkatan sekitar 10 persen, sedangkan daya beli masyarakat kian merosot. “Penurunan permintaan produk untuk pasar lokal bisa mencapai 30 persen dibanding posisi yang sama tahun lalu. Sementara harga bahan baku misalnya kain dan pewarna naik mengikuti nilai dolar,” imbuhnya.

Source http://jateng.tribunnews.com/ http://jateng.tribunnews.com/2015/10/01/demi-efisiensi-pengusaha-batik-daur-ulang-limbah-lilin-dan-malam
Comments
Loading...