Dekranasda Imbau Pengrajin Batik Ikuti Perkembangan Mode

0 177

Dekranasda Imbau Pengrajin Batik Ikuti Perkembangan Mode

Dewan Kerajinan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau untuk para pengrajin batik mampu mengikuti mode yang berkembang untuk meningkatkan daya saing di pasar ekspor maupun domestik. “Dengan menyesuaikam mode yang berkembang maka busana batik mudah untuk terus dilestarikan,” kata Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY Syahbenol Hasibuan. Dekranasda DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus memberikan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi para pengrajin dalam memunculkan inovasi motif-motif baru.

Memasuki era pasar bebas, perajin bukan hanya dituntut memproduksi batik dengan harga yang kompetitif, namun juga harus mampu menyesuaikan motif serta desain busana batik dengan selera pasar. Oleh sebab itu, meski perlu mempertahankan motif-motif pakem batik, pengrajin juga dapat memunculkan inovasi motif baru. Pembaruan motif atau mode itu perlu terus dilakukan terlebih peminat busana batik saat ini tidak sedikit berasal dari kalangan generasi muda.

Selain untuk regenerasi pecinta batik, pangsa pasar batik dengan fesyen sekarang pangsa pasarnya cukup besar. Selain itu, untuk memberi kepastian konsumen batik terhadap keaslian dan mutu produk yang diperdagangkan, para pengrajin atau produsen batik menggunakan batik mark. Hingga saat ini jumlah perajin maupun pelaku usaha di sektor industri batik di DIY terus bertambah. Sentra industri batik di DIY antara lain terdapat di Dusun Tancep, Trembowo (Kabupaten Gunung Kidul), Imogiri, Pandak (Kabupaten Bantul), Sapon, Gulurejo, Lendah (Kulon Progo), Turi/lereng merapi (Kabupaten Sleman), dan Taman Sari (Kota Yogyakarta).

Source https://jogja.sahabatrakyat.com/ https://jogja.sahabatrakyat.com/ragam/dekranasda-imbau-pengrajin-batik-ikuti-perkembangan-mode
Comments
Loading...