infobatik.id

Ciri Khas Batik Setiap Kabupaten di Madura

0 78

Ciri Khas Batik Setiap Kabupaten di Madura

Warna hijau yang terdapat dalam batik yang dibuat oleh masyarakat  Kabupaten Bangkalan. Dimana hijau tersebut diadaptasi lewat perkembangan agama Islam di daerah karapan sapi. Di samping berdasarkan perjalanan penyebaran agama,  hijau bernotasi sebagai warna daun. Sebuah warna gambaran tentang simbol dewa kesuburan ketika kerajaan Majapahit masih berkuasa. Sementara biru sendiri merupakan ekspresi  natural daerah kepulauan. Dimana warna tersebut mendeskripsikan bahwa 4 kabupaten diujung timur Jawa Timur itu  dikelilingi bentangan laut biru nan luas. Setiap balutan dalam busana memiliki makna serta filosofi mendalam. Filosofi tersebut menjadikan busana asal pulau garam memiliki nilai lebih dibanding busana lain.

Ada juga Warna merah. Makna warnah merah sendiri tidak hanya diasosiasikan dengan sifat berani. Merah dalam busana daerah penghasil garam menggambarkan sifat masyarakat dengan ciri-ciri tegas, keras, serta  kuat. Sehingga merah merupakan ekspresi kekuatan tegarnya masyarakat, ketika menghadapi setiap permasalahan-permasalahn yang menerpa setiap hari. Warna kuning, memiliki makna bahwa di beberapa daerah di wilayah masyarakat penghasil garam digambarkan memiliki wilayah pertanian subur. Kuning juga diasosiasikan sebagai gambaran padi sebagai tanaman petani yang sudah menguning serta sudah  siap panen.

Setiap  daerah  yang ada di Pulau Madura, terdapat berbagai macam corak dengan ciri khas masing-masing. Dimana karakternya dapat dimaknai dalam arti harfiah menurut karakter dari dongeng lokal. Adapun motif tulis tersebut dikenal juga sebagai lamuk, panji, serta gejekreng. Berbeda lagi dengan Batik Sumenep dan Sampang dimana mempunyai ciri serupa. Selain itu, corak flora maupun fauna juga begitu kental. Perbedaannya hanya terdapat ada detailnya penggambaran flora serta faunanya.

Contoh saja Batik khas Sumenep,  lebih detail menggunakan gambaran bunga teratai atau ayam bekisar. Sedangkan pakaian Sampang, memiliki warna lebih bervariasi juga kontras walaupun corak dari flora maupun faunanya tak sedetail dari Batik Sumenep.

Sedangkan  Batik khas Pamekasan memiliki ciri perpaduan beragam batik di pulau karapan sapi. Dimana motifnya sendiri abstrak, gunungan dan vintage atau lawasan. Ditambah balutan kain abstrak, umumnya cenderung bergambarkan garis-garis misalnya serat kayu serta sepintas memiliki warna kuning gading bermotif standar.

Pada Motif Gunung sendiri sebenarnya tak harus dipenuhi. Artinya motif beraneka ragam corak tidak seharusnya dituangkan pada sebuah kreasi ketika membatik. Kain batik gunungan penuh motif diatasnya, sementara di bagian bawah sendiri jarang-jarang. Terdapat beragam corak maupun warna kain batik khas Pulau Madura sebagai tambahan batik khas nasional.

Source Ciri Khas Batik Setiap Kabupaten di Madura Batik
Comments
Loading...