Ciri Khas Batik Demak

0 306

Ciri Khas Batik Demak

Batik Demak sudah ada sejak abad ke-6 silam. Pada saat itu kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Fatah berada di Demak. Pelabuhan dagang yang dimiliki Demak saat itu merupakan pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang dari berbagai penjuru tanah air bahkan dari macanegara, sehingga pemasaran Batik Demak pun ikut terkenal dimana-mana. Namun seiring hilangnya kerajaan tersebut maka keberdaan Batik Demak saat itu pun ikut menjadi punah. Awal abad ke-19 (tepatnya tahun 1920) Batik Sisik dari Demak juga menjadi ikon terkenal di nusantara. Akibat tidak adanya generasi penerus dari pengrajin Batik Sisik ini, membuat usaha tersebut ikut mati.

Pada tahun 2006 Batik Demak kembali dihidupkan oleh masyarakat pesisiran untuk diperkenalkan kembali. Teknik pembatikan yang digunakan berupa teknik batik tulis. Untuk bahan pewarnaan diambil dari dedaunan bahkan ada juga yang menggunakan bahan sintetis, serta warna khasnya berupa warna warni dari alam. Secara umum Motif Batik Demak yang dibuat memiliki ciri khas dengan perpaduan antara Motif  Pertanian dan Pesisiran, juga mengambil corak Motif  Kerajaan Majapahit dan Motif nilai – nilai ajaran Islam, serta berbagai motif yang berhubungan dengan Sunan Kalijaga.

Contoh motifnya seperti Masjid Agung, Cupit Kepiting, Tigo Rangsik, sabet Rangsik (Rangsik = Udang), Ulam Segaran, Semangka, Belimbing, Jambu, Chaos Dhahar (Nasi Tumpeng), Loro Gendhing, Cening (Bunga Kemuning), Bledeg (Petir), dan Burung Phoenix.

Source https://toserba-dan-info-produk-modis.blogspot.co.id/https://toserba-dan-info-produk-modis.blogspot.co.id/ https://toserba-dan-info-produk-modis.blogspot.co.id/2014/05/ciri-khas-batik-demak.html
Comments
Loading...