Cinta Budaya Lokal, Poppy Karim Bawa Batik Ke London

0 104

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang orisinil. Banyak orang yang jatuh cinta dengan batik, terlebih desainer lokal yang terus ingin mengeksplor batik. Salah satunya adalah Poppy Karim yang mengenalkan karya batiknya pada Festival Indonesian Weekend di Potters Field Park, London pada Sabtu, 28 Mei 2016 lalu.

Dengan mengusung tema Anjali, desainer yang sudah lama berkiprah di industri fashion Indonesia sejak tahun 1990 ini ingin mengenalkan keindahan batik pada warga London sebagai apresiasinya atas kecintaannya pada budaya lokal. Ia pun memodifikasi batik agar bisa diterima oleh masyarakat modern dalam maupun luar negeri. 

“Biasanya kalau batik yang terlalu klasik orang-orang sudah jarang pakai. Makanya saya modifikasi agar batik bisa diterima baik di Indonesia dan tentunya di luar negeri,” kata Poppy saat dihubungi Vemale di kawasan Jakarta, Senin, 6 Juni 2016.

Semua rancangannya dibuat pada material velvet sehingga koleksi terbarunya ini terlihat elegan, ditambah dengan teknik bordiran bunga-bunga dan burung sehingga busana tersebut sangat cantik dan manis. Agar koleksinya terkesan mewah ia mengaplikasikan payet di atas bordiran.

“Keenam koleksi batik ini didominasi oleh palet warna natural seperti krem dan cokelat muda dengan gradasi warna pink dan ungu pada bordiran,” jelasnya.

Koleksi ini terdiri dari dress, atasan, setelan, dan blazer dengan berbagai motif kain batik dengan siluet busana yang tegas dan modern. Motif-motif tersebut meliputi batik Kawung, Truntum, dan Parang.

Batik Kawung mengisyaratkan agar manusia dapat berguna bagi siapa saja dalam kehidupannya. Batik Parang sebagai gambaran sebuah perjuangan dalam meraih pencapaian, sedangkan batik Truntum yang memiliki makna sebagai sebuah tuntutan kehidupan. “Ada makna tersendiri di balik motif ini yang cukup mewakili Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.

Source https://www.fimela.com https://www.fimela.com/fashion-style/read/3760357/cinta-budaya-lokal-poppy-karim-bawa-batik-ke-london
Comments
Loading...