Cerita di Balik Keindahan Corak Batik Asal Pamekasan

0 112

Cerita di Balik Keindahan Corak Batik Asal Pamekasan

Batik Pesisir yang berasal dari daerah Pamekasan punya kelebihan tersendiri dibandingkan dengan batik dari daerah lain. Batik ini didominasi warna klasik yakni merah, cokelat dan hitam, membuat batik ini cocok untuk dijadikan busana apapun. Selain itu, setiap corak pada batik memiliki cerita tersendiri. Salah satunya corak Tong Cen Tong. “Menceritakan kalau ada pemuda yang ingin meminang anak gadis, dengan modal satu sendok nasi saja dia sudah berani,” ujar Badrudin, penjual batik Nargis Batik Podhek, di Pasar Batik, Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Barat. Perajin batik Nargis Batik Podhek sudah turun-menurun menjual batik dari tahun 60an.

Hal tersebutlah yang membuat Nargis Batik Podhek diminta datang ke Pasar Batik Selisik Batik Pesisir, yang digagas oleh Harian Kompas dan Bentara Budaya Jakarta. Batik di Nargis Batik Podhek mematok harga 150 ribu hingga 2,5 juta rupiah. Batik yang dibanderol harga paling mahal adalah Ke Ceng Keh, yakni gabungan pola bunga dan cengkeh. Proses pewarnaan yang berkali-kali, membuat kain ini dibanderol harga tinggi. Untuk ukuran dua meter saja, batik bercorak Ke Ceng Keh dihargai 2,5 juta rupiah.

Awalnya, kain hanya diwarnai dengan satu warna. Untuk mendapatkan warna lainnya harus kembali dialkukan proses pencelupan. Hingga mencapai warna akhir. Beragam Batik Pesisir termasuk asal Pamekasan ini dijual di Pasar Batik, Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta. Selain batik bercorak Ke Ceng Keh, masih banyak corak Batik Pamengkasan lainnnya yang tak kalah cantik.

Source Cerita di Balik Keindahan Corak Batik Asal Pamekasan Batik
Comments
Loading...