Cara UNESCO Mengajak Generasi Muda Mencintai Batik

0 35

Cara UNESCO Mengajak Generasi Muda Mencintai Batik

Hari batik yang jatuh pada tanggal 2 Oktober dijadikan momentum oleh UNESCO Jakarta untuk mengajak para generasi muda mencintai batik. Kegiatan ini diwujudkan dengan workshop membatik bersama yang diikuti ratusan peserta. Acara bertajuk ‘Creative Youth at Indonesian Heritage Sites’ ini digelar di Kafe Nujiwa, Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang. Ratusan orang dari berbagai kalangan dan usia mempraktekkan langsung proses membatik. Mereka membatik dengan malam yang dipanaskan, lalu menggoreskannya dengan canting pada sehelai kain putih. Proses membatik juga dilanjutkan dengan pewarnaan kain menggunakan pewarna alam.
Culture Unit UNESCO Jakarta, Diana Setyawati menuturkan, kegiatan tersebut untuk mengapresiasi peran penting para pemuda untuk melestarikan budaya batik melalui usaha kecil dan menengah. “Seiring dengan kandungan nilai budayanya, batik juga menjadi peluang mata pencaharian bagi para pengrajin dan pedagang di Indonesia. Perkembangan berbagai motif dan corak menambah khazanah desain dari batik, serta memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan ekonomi dalam sektor industri kreatif,” ujar Diana, dalam sambutannya.

Dalam hal ini, pihaknya berkomitmen untuk terus melaksanakan program tersebut, yakni untuk memfasilitasi pendampingan dan pengembangan bisnis serta memperluas kesempatan finansial untuk para pemuda yang bekerja di industri kreatif. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Kemendikbud, Zaimul Azzah, menuturkan bahwa batik merupakan salah satu warisan budaya non bendawi, yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Kegiatan ini juga selaras dari tugas dan fungsi Balai Pelestarian Nilai Budaya, yakni dalam hal melestarikan nilai budaya.

Ia berharap kegiatan ini akan memacu generasi muda untuk terus melestarikan batik dengan kreativitas yang dimiliki. Di Indonesia sendiri, saat ini terdapat kurang lebih ada 100 batik dengan berbagai motif yang terus berkembang. “Kami berharap, dengan adanya industri batik tersebut nantinya juga dapat meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat,” ujarnya. Camat Borobudur, Nanda Cahya Pribadi yang hadir pada kesempatan itu mengatakan pengembangan industri kreatif perlu dilakukan guna mendukung pariwisata. “Batik merupakan salah satu industri kreatif yang bisa kita kedepankan. Pada momentum inilah, diharapkan bisa menginspirasi anak muda agar mau terjun secara maksimal dan membuka wawasannya untuk menggarap industri kreatif,” pungkas Nanda.

Source http://news.harianjogja.com/ http://news.harianjogja.com/read/2018/10/02/500/943272/seperti-ini-cara-unesco-mengajak-generasi-muda-mencintai-batik-
Comments
Loading...