infobatik.id

Cara Penggunaan Waterglass Pada Proses Pembuatan Batik

0 347

Mengetahui Fungsi dan Cara Penggunaan Waterglass Pada Proses Pembuatan Batik

Waterglass (sodium silikat) merupakan senyawa alkali kuat berbentuk cairan kental yang tidak berwarna. Penggunaan waterglass dalam industri tekstil sendiri sangat bervariasi, antara lain:

  • Sebagai bahan pengikat untuk zat-zat pewarna reaktif serta penguat warna batik pada proses fiksasi.
  • Sebagai stabilisator dalam proses pengelantangan (bleaching) kain dengan hidrogen peroksida.

Khusus untuk pembuatan batik dengan bahan pewarna reaktif seperti remasol, waterglass dibutuhkan dalam proses yang bernama fiksasi. Tujuan dilakukannya proses fiksasi salah satunya adalah untuk mengunci sekaligus menguatkan zat warna yang dipakai pada kegiatan pembatikan. Cara penggunaan dari waterglass bisa dibilang sangatlah mudah. Water glass yang memiliki bentuk sangat kental bisa langsung dicairkan bersama dalam satu wadah dengan obat pewarna batik reaktif.

Berikut langkah-langkah menggunakan waterglass dalam proses membatik :

  • Prinsip kerja yang dilakukan yaitu larutkan dulu bubuk obat pewarna sesuai takaran pada satu wadah. Cairkan pula waterglass dalam wadah lain, beri air lalu aduk hingga cukup encer. Kalau sudah campurkan water glass yang sudah diencerkan tersebut ke dalam wadah larutan obat pewarna.
  • Celupkan kain batik atau bisa juga coletkan obat pewarna yang sudah bercampur waterglass tadi pada kain batik sesuai selera dan kebutuhan. Jika sudah diamkan selama beberapa saat di dalam ruangan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal anda bisa membungkusnya dalam plastik kresek.
  • Selain menggunakan cara diatas ada lagi cara lain yang dapat dilakukan untuk mengaplikasikan waterglass pada batik. Caranya larutkan waterglass dengan air (bisa berupa air panas maupun dingin) dalam sebuah wadah yang berukuran cukup besar misal ember.
  • Celupkan kain mori yang telah diberi warna ke dalam campuran waterglass dan air. Saat mencelupkan kain ke dalam waterglass, pembatik harus memakai sarung tangan plastik atau karet agar tangan tidak terkena cairan waterglass yang bersifat keras.
  • Setalah dicelupkan ke dalam cairan waterglass, selanjutnya kain ditiriskan dan diangin-anginkan. Usahakan agar kain jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung. Setelah kering kain tersebut tinggal dicuci dengan menggunakan air sampai bersih lalu diangin-anginkan lagi hingga benar-benar kering.

Tidak hanya terbatas untuk fiksasi pewarnaan remasol saja, waterglass sebenarnya juga bisa dicampurkan pada air mendidih saat proses pelorodan batik. Pelorodan adalah proses penghilangan lilin malam yang menempel pada kain mori setelah pewarnaan.

Source https://fitinline.com/ https://fitinline.com/article/read/mengetahui-fungsi-dan-cara-penggunaan-waterglass-pada-proses-pembuatan-batik/
Comments
Loading...