Cara Membuat Batik Besurek

0 1.032

Cara Membuat Batik Besurek

Batik dari Provinsi Bengkulu sering disebut dengan Batik Besurek. Besurek dalam bahasa daerah Bengkulu, artinya bersurat dalam bahasa Indonesia. Dinamakan Besurek (bersurat) karena batik yang dibuat di Bengkulu umumnya dibuat dengan motif kaligrafi Arab serta potongan ayat-ayat suci Al-Quran.

Proses pembuatan Batik Besurek ini hampir sama dengan proses pembuatan kain batik di Pulau Jawa. Awalnya kerajinan tradisional ini dikerjakan dengan proses batik tulis secara turun-temurun dirumah-rumah pengrajin. Namun seiring berkurangnya pesanan terhadap Batik Basurek, sehingga membatik sudah jarang dilakukan. Sejumlah perajin tradisional sudah mulai terdesak oleh batik cap dan batik printing yang memakai motif Batik Besurek. Karena batik cap atau printing lebih murah dibandingkan dengan batik tulis sehingga lebih banyak yang mampu membelinya.

Gambar terkait

Cara Membuat Batik

Berikut ini adalah alat dan bahan yang harus disiapkan untuk Membuat Batik Besurek

  • Kain mori
  • Canting sebagai alat pembentuk motif,
  • Gawangan
  • Lilin (malam) yang dicairkan
  • Panci dan kompor kecil untuk memanaskan
  • Larutan pewarna

Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik tulis ini:

1. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Untuk penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera yang berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, tetapi yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada.

2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.

3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.

4. Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .

5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.

6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.

7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.

8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.

9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin  (menggunakan alat canting) untuk menahan warna pertama dan kedua.

10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulang kali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas dari motif yang diinginkan.

11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.

12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Source Cara Membuat Batik Besurek Batik
Comments
Loading...