infobatik.id

Canting Batik Ditiup Saat Proses Membatik

0 108

Canting Batik Ditiup Saat Proses Membatik

Canting merupakan alat yang digunakan untuk melukis atau menggambar dengan coretan lilin malam pada kain mori. Canting sangat menentukan nama batik yang akan dihasilkan menjadi batik tulis. Alat ini terbuat dari kombinasi tembaga dan kayu atau bambu yang mempunyai sifat lentur dan ringan.

Sebelum digunakan dalam menorehkan malam dalam selembar kain maka canting ditiup terlebih dahulu cara meniuppun dengan aturan tertentu, agar malam dalam nyamplungan tidak tumpah pada bibir pengobeng. Canting ditiup dengan maksud :

  • Untuk mengembalikan cairan malam dalam cucuk kedalam nyamplungan, supaya tidak menetes sebelum ujung canting ditempelkan pada mori.
  • Untuk menghilangkan cairan malam yang membasahi cucuk canting; karena cucuk canting yang berlumuran cairan malam akan mengurangi baiknya goresan, terutama ketika permulaan canting diproseskan pada mori.
  • Untuk mengontrol cucuk canting dari kemungkinan tersumbat oleh kotoran malam. Kalau tersumbat, maka cairan dalam nyamplungan tidak bersuara, karena udara tidak dapat masuk. Maka lubang ujung cucuk ditusuk memakai ijuk, atau serabut kelapa sampai masuk sepanjang cucuk. Biasanya sesudah ditusuk ditiup kembali, atau langsung dibatikkan pada mori. Keitimewaan menusuk ialah memakai tangan kiri dengan cara tertentu dalam waktu yang cepat.
  • Canting yang beres keadaannya baru digoreskan pada mori. Tangan kiri terletak disebalik mori. Sebagai landasan (penguak) mori yang baru digores dengan canting. Jika cari cairan malam dalam nyamplungan habis, atau kurang lancar mungkin karena pendinginan, malam itu dikembalikan kedalam wajan; canting dicidukkan pada cairan malam dalam wajan itu juga. Pengembalian cairan malam yang sudah dingin tadi tidak besar pengaruhnya terhadap malam dalam wajan. Hal itu dilakukan smpai selesai, dan termasuk nemboki.
Source http://batikdan.blogspot.co.id/ http://batikdan.blogspot.co.id/2011/09/cara-pembuatan-batik-tulis.html
Comments
Loading...