Bupati Serukan Penggunaan Batik Ketapang

0 250

Bupati Serukan Penggunaan Batik Ketapang

Henrikus selaku Bupati Ketapang meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), instansi, dan sekolah, agar menggunakan kain batik khas Ketapang. Hal tersebut disampaikan Bupati melalui Plt Sekda Ketapang, Mahyudin, pada pembukaan pelatihan Membatik Pelangi dan Sulaman Tekatan Puadai, di Gedung Pancasila Ketapang.

Wacana yang dilontarkan Bupati tersebut, ternyata mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Pendidikan Ketapang, M Mansyur. Dia begitu mendukung diwacanakannya sekolah-sekolah menggunakan kain Batik khas Ketapang.

Ketua Pengelola Rumah Budaya Daun Lebar, Gusti Kamboja, berharap melalui kegiatan seperti ini, batik lokal khas Ketapang dapat menjadi home industry. Sehingga, ditambahkan dia, dari sisi pelestarian kain batik, dapat terbantu. Kain Batik khas Ketapang memiliki 100 motif dan corak. Yang membedakan antara kain batik Ketapang dengan batik lainnya, menurutnya, adalah motif kembang, alam, dan kombinasi warna. Sementara kekhasan lainnya lagi, dijelaskan dia, adalah banyaknya penggunaan warna, minimal melebihi tiga warga. Selain batik tulis, ditambahkan dia, juga ada batik cap dan printing.

Pembuat Batik khas Ketapang sudah ada sejak tahun 1990-an, namun keberadaannya masih belum banyak dikenal masyarakat dan hanya untuk pameran. Selain membatik, digelar juga menenun Tekatan Tuadai. Dalam pelatihan ini, ada 30 peserta yang dipilih melalui seleksi. Keberadaan mereka diharapkan dapat mengembangkan batik di rumah masing-masing. “Setelah pelatihan akan ada pendampingan di Rumah Batik. Hasilnya akan dijualkan oleh Rumah Batik, khususnya batik tulis,” ujar Kamboja.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 10 hari. Materi yang akan disampaikan mengenai pengenalan masalah batik, mulai dari alat-alat dan sebagainya. Sementara terkait nilai jual Batik Ketapang, Najasidin mengatakan, bahwa harga yang ditawarkan lumayan menggiurkan, sehingga dapat dijadikan sebagai home indsutry. Batik bahan katun lebih murah, tapi kalau sutera paling murah Rp500 ribu. Sementara harga Tekatan Puadai mencapai Rp1 juta lebih, tergantung motif dan corak. Ada enam proses dalam membatik. Mulai dari membuat motif, melilin, melorot, dan proses lainnya, hingga kain batik siap untuk dipasarkan. Untuk menyelesaikan satu kain, bisa satu bulan. Dijual dengan harga Rp1 juta lebih perset, yaitu kain sama selendang. Selain dijual di Ketapang, juga dijual di luar, seperti Jawa dan Jakarta. Harga tergantung kerumitan motif yang dibuat.

Source Bupati Serukan Penggunaan Batik Ketapang Batik
Comments
Loading...