Bupati Ingin Batik Ponorogo Diproduksi Massal

0 231

Bupati Ingin Batik Ponorogo Diproduksi Massal

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan saat ini kain Batik khas Ponorogo sudah jarang ditemui di pasaran karena memang jumlah produksi kain Batik di Ponorogo sangat minim. Saat ini, hanya ada belasan pembatik dan empat produsen batik yang ada di Ponorogo. Setelah seluruh pembatik terdata, nantinya Pemerintah Kabupaten memberikan sejumlah pelatihan membatik dan mengirimkan mereka ke sejumlah daerah yang memiliki produsen batik yang cukup maju seperti Solo dan Pekalongan, Jawa Tengah. “Saat ini belum jelas, berapa pembatik yang ada di Kota Reog. Kalau produsen ada empat, tetapi produksi mereka kan masih sedikit, jadi harga batik khas Ponorogo sangat mahal,” kata dia kepada wartawan seusai menghadiri acara Lomba Berbusana Kebaya dalam Memperingati Hari Kartini 2016 di Gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo.

Ipong menambahkan produksi Batik khas Ponorogo harus dilakukan dalam jumlah besar. Hal ini supaya produksi kain Batik khas Ponorogo bisa dinikmati berbagai kalangan dengan harga terjangkau. Dia mencontohkan baju batik di Solo dijual dengan harga Rp50.000, karena diproduksi secara massal. Namun, kalau produksi kain batik masih diproduksi secara rumahan, tentu harga kain batik akan mahal. Sebenarnya Ponorogo pernah menjadi sentra industri kain batik pada tahun 1950-an di wilayah Jawa Timur. Saat itu, ada sekitar 10 motif kain batik yang merupakan hasil kreasi pembatik. Namun, karena berbagai faktor industri batik di Ponorogo semakin lama semakin tersisihkan.

Ada 10 motif batik yang dimiliki Ponorogo, salah satunya Motif Batik Parang Kusumo. Untuk itu, saat ini diperlukan inovasi dari pembatik supaya memiliki motif yang lebih kreatif. Pemerintah juga mendorong pengrajin batik untuk mengembangkan kain batik dengan motif merak yang menjadi salah satu hewan ikon Ponorogo. Lebih lanjut, Ipong menegaskan kain batik khas Ponorofo itu nantinya akan menjadi salah satu seragam resmi untuk pegawai pemerintahan yang ada di Ponorogo. Nantinya kain batik khas itu juga menjadi salah satu seragam yang dikenakan siswa di Kota Reog.

Ketua Tim Penggerak PKK Ponorogo, Sri Wahyuni, mengatakan dalam mendukung program pengembangan batik khas Ponorogo, PKK akan membuat berbagai pelatihan untuk mendukung kreativitas pengrajin batik. Dia mengakui saat ini belum ada seragam berbahan kain Batik Ponorogo yang digunakan sebagai seragam di TP PKK Ponorogo. “Kalau memang sudah diproduksi massal dan bisa dipasarkan, tentu kami akan melakukan kegiatan promosi supaya batik ini lebih dikenal masyarakat luas,” kata Sri Wahyuni.

Source Bupati Ingin Batik Ponorogo Diproduksi Massal Batik
Comments
Loading...