Budaya Peranakan Pengaruhi Corak Batik Pesisir Indramayu

0 53

Budaya Peranakan Pengaruhi Corak Batik Pesisir Indramayu

Bekerjasama dengan Kajian Antropologi Indonesia, Yayasan Batik Indonesia menggelar acara diskusi tentang batik yang mengangkat tema Pengaruh Kebudayaan Peranakan pada Corak Hias Batik Pesisiran. Menggandeng pembicara Nita Trismaya, M.Ds yang merupakan dosen lulusan Desain Tekstil IKJ, diskusi kali ini lebih membahas tentang pengaruh budaya Cina terhadap corak batik Indramayu. “Sebetulnya ini kolaborasi antara forum Kajian Antropologi Indonesia dan Yayasan Batik Indonesia cuma bertempat si musem tekstil.

Hari ini bersama ibu Nita kami hanya ingin menampilkan bagaimana pengaruh peranakan terhadap corak hias batik pesisir Indramayu. Jadi ini memang tentang pengaruh Cina kepada ragam hias bagi batik. Sebetulnya masih banyak pengaruh luar untuk batik kita seperti dari Arab juga ada, India ada, Eropa juga ada, jadi memang kita harus mengakui ada pengaruh-pengaruh dari luar terhadap corak batik kita,” jelas Tumbu Ramelan selaku kolektor batik dari Yayasan Batik Indonesia.

Bahwa Cina memang telah membawa pengaruh besar terhadap perkembangan dan khususnya motif batik Indramayu sejak zaman sebelum masehi. Berbeda dengan motif batik pada umumnya, motif batik Indramayu cenderung lebih sederhana dengan corak besar dan berwarna-warni. Hal ini disebabkan oleh tujuan masyarakat pesisir sendiri yang memang membuat batik untuk diperdagangkan. Sebenarnya pengaruhnya sangat besar karena sejak zaman peunggu kita sudah berhubungan dengan Cina. Karena Indonesia itu semuanya kan hasil persilangan budaya. Kayak motif meander itu sudah sejak sebelum masehi, tapi belum secara berkesinambungan, baru sekitar abad ke-14 atau 15.

Untuk motif batiknya sendiri berbeda dengan Batik Yogyakarta dan Keraton. Kalau dari segi motifnya itu berbeda dengan batik lain, seperti batik Jogja misalnya. Batik Jogja kan keraton, biasanya untuk upacara, acara keraton, jadi motifnya lebih detil dan rumit. Kalau batik Indramayu pesisir ini motifnya lebih sederhana, besar-besar dan berwarna-warni karena mereka bikin batik untuk dijual.

Source https://lifestyle.sindonews.com/
Comments
Loading...