Bernilai Seni Batik Tulis Sebaiknya Tak Dipotong

0 98

Bernilai Seni Batik Tulis Sebaiknya Tak Dipotong

Batik sebagai warisan budaya dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, yang merupakan hasil kebudayaan Indonesia yang saraf nilai. Untuk membuat selembar batik tulis dibutuhkan waktu pengerjaan yang tidak sebentar, minimal dua bulan, bahkan ada yang sampai setahun. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian untuk memberi detail dari titik hingga garis halus pada motif batik yang rumit. Itu sebabnya, menurut pendiri label busana siap pakai TIKPrive, Iwet Ramadhan, batik tulis adalah sebuah mahakarya seni sehingga seharusnya tidak dipotong dan dijahit menjadi baju.

Penggunaan batik disebabkan karena proses modernisasi. Ada batik printing, ada yang pakainya tak sesuai pakem. Akhirnya batik tulis lama-lama terkikis. Selain digunakan menjadi kain atau sarung, menurut dia batik juga bisa dikreasikan menjadi celana, dress, atau drappery, tanpa harus dipotong. Meski batik sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, tetapi batik tulis sebenarnya kurang diminati karena harganya relatif mahal.

Demikian juga halnya dengan anak-anak muda yang menurutnya kurang tertarik dengan batik tulis. Apresiasi mereka terhadap karya seni belum tinggi. Coba saja lihat di event pameran seni, yang datang dan yang beli pasti kelas atas. Kelas menengahnya hanya datang untuk foto-foto. Untuk memberdayakan seniman batik, Iwet berharap pemerintah menggalakkan penggunaan batik cap.

Source http://www.kompas.com/ http://lifestyle.kompas.com/read/2017/10/02/074158220/bernilai-seni-batik-tulis-sebaiknya-tak-dipotong
Comments
Loading...