Berawal Dari Gempa Jogja, Batik Bogor Kini Jadi Oleh – Oleh Yang Mendunia

0 28

Berawal Dari Gempa Jogja, Batik Bogor Kini Jadi Oleh – Oleh Yang Mendunia

Tahun 2009, adalah kelahiran resmi batik khas Bogor yang dipelopori oleh rumah Batik Bogor Tradisiku. Selain menjadi pakaian resmi para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bogor, kini batik kreasi pria kelahiran Jogja tersebut kian mendunia. Siswaya, nama di balik terciptanya cirikhas batik asal kota hujan ini. Berawal dari kejadian gempa besar di Jogja (27/5/2006) yang turut meluluhlantahkan berbagai industri batik di sana, Siswaya mengevakuasi lima orang pengrajin yang kehilangan mata pencariannya.

Ia mengatakan dahulu membuat batik masih dengan motif Jawa, bahkan campur-campur. Setelah berkumpul bersama seniman, tokoh masyarakat, hingga budayawan Bogor, barulah tercetus berbagai motif khas Bogor. Muhammad Irzal Adiakurnia Siswaya, nama dibalik terciptanya cirikhas batik asal kota hujan ini, sedang memegang batik dengan motif hujan gerimis.

Di tahun 2009, karyanya yang mulai tersohor pun tercium oleh pemerintah Kota Bogor, tepatnya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Ia pun membuktikannya dengan membuat batik Bogor menjadi seragam khusus Dekranasda. Tak lama kemudian, karyanya diresmikan dan dipatenkan Walikota Bogor saat itu di hari jadi Bogor ke-527.

Setelah itulah wisatawan berdatangan, undangan untuk mempromosikan batik khas Bogor tersebut berdatangan hingga dari Negeri Sakura. Alhasil batik tersebut berkesempatan mewakili Indonesia untuk pameran di Tokyo, sebuah fashion show di Fukuoka dan menjalin kerja sama dengan berbagai industri fashion Jepang selama satu tahun.

Selain itu berbagai penghargaan tingkat kota hingga nasional pun diraih Siswaya. Di antaranya penghargaan produk inisiator dari Walikota Bogor, produk inovasi dari Gubernur Jawa Barat, penghargaan green industry dan gugus kendali mutu dari Kementerian Perindustrian.

Berawal dari lima orang pengrajin batik asal Jogja tersebut, kini sudah ada lebih dari 25 karyawan di rumah Batik Bogor Kreasiku. Di rumah produksi sekaligus workshop ini semua proses dilakukan. Mulai dari kain polos dipola, cap, lukis, pewarnaan, jahit, hingga dipamerkan.

Tak hanya kain atau pakaian, rumah ini juga memproduksi berbagai media batik seperti guci, teko, cangkir, tempat pensil, sendal, toples, pot bunga, tas, sepatu, hingga helm bercorak batik. Tak heran, ia pernah mendapatkan green industry, karena semua bahan semaksimal mungkin tak ada yang tersisa, alias “disulap” menjadi berbagai peralatan tersebut.

Salah satu motif yang sering diburu wisatawan ialah motif hujan gerimis, yang menggambarkan hujan di Bogor dan bangunan Istananya. Lalu motif kujang kijang, yang melukiskan kujang sebagai senjata tradisional Sunda dan kijang yang merupakan ikon binatang Istana Bogor.

Hingga kini terdapat total lebih dari 90 motif batik Bogor yang telah diproduksinya. Berbagai motif tersebut bercorak segala sesuatu yang identik dengan Bogor, seperti kijang, kujang, talas, prasasti batu tulis, hujan, Istana Bogor, hingga bunga bangkai.

Uniknya, meskipun terdapat jenis batik cap dan print, setiap motif di sini hanya memproduksi satu jenis. “Jadi tidak akan pernah sama tiap pembelinya, kecuali memesan dalam satu kain,” ujar Lisha, anak sang pelopor Batik Bogor.

Kini rumah Batik Bogor Tradisiku, telah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik hingga mancanegara. Tak hanya berbelanja, rumah produksi Batik Bogor tersebut pun membuka berbagai pelatihan atau kursus, dari yang berbulan-bulan hingga singkat bagi seluruh masyarakat.

Source http://deras.co.id/ http://deras.co.id/2016/07/19/berawal-dari-gempa-jogja-batik-bogor-kini-jadi-oleh-oleh-yang-mendunia/
Comments
Loading...