Berawal dari Bosan Ngemal, Peni Jatuh Cinta Membatik

0 118

Berawal dari Bosan Ngemal, Peni Jatuh Cinta Membatik

Bagi orang yang tinggal di kota besar, membatik bukanlah aktivitas populer. Bahkan terkesan jadul. Namun, bagi Peni (33) daripada dirinya menghabiskan uang dengan jalan-jalan di mal, ia pilih sibuk membatik. Kesukaan Peni di dunia batik bermula ketika ibunya, Indra Tjahjani, pada 2000 membuka workshop membatik di area Bekasi.

Bagi Peni yang saat itu masih berusia belasan, tak terbersit belajar membatik. Namun, sang ibu memaksa membantu menyiapkan alat-alat membatik. Pelan-pelan, ia mulai akrab dengan kegiatan batik-membatik. Peni mencoba untuk mengambil kain lalu mencanting.

Ia pun merasakan kenikmatan dari aktivitas tersebut. Setahun belajar, dirinya mulai nyaman. Ia sadar bahwa membatik sebuah kegiatan seni. Sama seperti melukis, bedanya membatik dilakukan di atas kain. Banyak orang melihat membatik itu pekerjaan yang rendah, tapi buatku ini sebuah karya seni. Mulai dari menggambar pola di atas kain lalu mencanting sampai mewarnai.

Sejak saat itu, akhir pekannya selalu diisi dengan membatik. Waktunya ke mal jadi berkurang.Saat itu memang seusiaku banyak menghabiskan waktu akhir pekan di mal. Bosan juga ya ke mal, tapi setelah ku pikir-pikir itu menghabiskan uang. Jadi, ku pilih membatik aja.

Ketika sudah membatik, Peni bisa lupa waktu. Ada orang di dekatnya ia bisa tak sadar. Ketika mencanting, ia juga merasa itu seperti meditasi. Butuh fokus dan pikiran tak boleh kalut. Kalau tidak, hasil goresan lilin di atas kain jadi berantakan.

Dari hobi membatik, ia bisa menghasilkan banyak kain batik. Ia pun menjual karya batiknya secara online. Harganya berkisar Rp 200.000-400.000. Ia dan ibunya juga sering diundang perusahaan-perusahaan untuk memperlihatkan proses membatik.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/health/read/3657425/berawal-dari-bosan-ngemal-peni-jatuh-cinta-membatik?source=search
Comments
Loading...