Sejarah Keindahan Batik Kabupaten Demak Jawa Tengah

0 866

Motif Batik Demak merupakan batik peranakan Tionghoa yaitu Motif ganggeng atau sejenis tumbuhan laut (ganggang). Batik Demak tidak hanya motif ganggang, ada motif yang lain seperti motif  pagi sore dengan sushomoyo. Motif tersebut terdapat pada kain batik Demak model lama, keindahan motif ini jelas terlihat, sepintas menyerupai pagi sore Pekalongan. Yang membedakan kain batik pagi sore Demak dengan Pekalongan terdapat pada  pola. Pola batik pagi sore Demak selalu terletak ditepi kanan dan kiri kain. Sedangkan bagian tengah kain dihiasi oleh aksen – aksen yang rumit, seperti bunga, burung, dan kupu – kupu. Batik Demak sempat hilang selama beberapa dekade karena unsur persaingan yang ketat dengan batik cap di era 1970 – 1980. Faktor lain penyebab menurunnya jumlah pembatik muda karena kurangnya ketertarikan membatik dikalangan generasi muda.

Kemudian pada tahun 2006, Batik Demak mulai dirintis kembali di wilayah pesisiran dengan motif yang sangat khas, yaitu perpaduan motif pesisiran dan pertanian serta terdapat perpaduan corak Majapahit dengan nilai-nilai Islam. Tujuannya untuk mengenalkan kembali berbagai macam corak atau motif khas Demak kepada para pencinta batik. Ciri khas batik tulis Demak semakin berbeda dengan batik dari daerah lain. Motif batik ini tidak hanya bicara soal sejarah dan kekayaan alam, tetapi juga memadukan motif klasik dengan motif batik kontemporer. Motif atau corak yang digambarkan pada Batik Demak terinspirasi dari sejarah Kerajaan Demak dan menonjolkan motif pesisiran. Misalnya, ornamen yang terdapat di Masjid Agung Demak, diantaranya gambar bledeg (petir), burung phoenix, dan bulus selain itu ada juga motif buah, seperti belimbin, jambu, dan semangka tegalan. Dengan perpaduan motif pesisiran dan pertanian. Semoga industri batik di kabupaten demak semakin maju.

Source Beragam Keindahan Batik Kabupaten Demak Jawa Tengah Batik Peranakan
Comments
Loading...