Bentuk Dasar Pola Parang Rusak Barong

0 138

Bentuk Dasar Pola Parang Rusak Barong

Motif Batik Parang Rusak Barong merupakan pola geometris dengan bentuk belah ketupat. Keseluruhan bentuk pada media kain menampakkkan pola batik bergaris miring tegas, empat pulih lima derajat. Pola parang rusak barong merupakan induk dari semua pola parang.

Bentuk dasar pola Parang Rusak Barong adalah sebagai berikut :

Bentuk barong merupakan deformasi dari bentuk burung besar garuda sejenis rajawali, simbol dari Wong Agung.

Secara estetis terdiri dari :

  • Kepala burung. Mengandung makna intelektualitas/kecerdasan.
  • Lidah burung, sebagai manifestasi dari isi mulut (paruh) dilukiskan sebagai lidah api. Ucapannya dapat membakar orang banyak. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus sangat berhati-hati dalam berucap dan berwacana.
  • Tuding (menunjuk dengan jari), yaitu bentuk seperti jari telunjuk yang membingkai bentuk uceng. Mengandung makna bahwa tudingan seorang pemimpin akan sangat menentukan nasib orang banyak.
  • Badan burung yang dideformasi secara sederhana. Mengandung makna kekuatan fisik/kesehatan sangat diperlukan bagi seorang pemimpin. Sayap mengandung makna kemampuan beraktivitas dan mobilitas yang sangat diperlukan bagi seorang pemimpin.

Masing-masing bentuk tersebut dibingkai garis kontur (dalam perbatikan disebut sawut) berwarna cokelat soga, bermakna spirit.

Bentuk Parang, sesungguhnya merupakan deformasi dari beberapa bentuk seperti :

  • Bentuk ombak laut yang susul-menyusul menerpa terbing tempat burung bertengger, mengandung arti bahwa tak ada sesuatu pun di dunia ini yang serba mulus. Semuanya pasti mengalami gangguan, cobaan, atau ujian. Bila dihadapi dengan sabar dan bijak, justru akan mendatangkan ketegaran. Semua keberhasilan harus melalui pengorbanan lahir dan batin.
  • Bentuk pusaran air di antara ombak, yang distilisasi menjadi bentuk permata. Bentuk ini dalam “dunia pembatik” biasa disebut mlijon, bermakna bahwa perjuangan sebagai pemimpin seperti berjuang di dalam pusaran air, bila berhasil, seolah menemukan permata dalam hidupnya. Akan tetapi,kesuksesan, keperkasaan, kadang-kadang memabukkan ibarat terlena di atas pusaran air yang telah menjadi permata, nikmat namun bisa membahayakan.
Source https://www.fatinia.com/
Comments
Loading...