Bedanya Batik Penguasa dengan Batik Rakyat Jelata

0 265

Bedanya Batik Penguasa dengan Batik Rakyat Jelata

Bagi masyarakat luar Keraton, batik mengalami perkembangan pesat. Kaum saudagar (pengusaha) mengembangkan batik yang memodifikasi motif-motif yang berkembang di dalam keraton. Modifikasi dilakukan agar batik-batik tersebut tidak sama dengan Batik Keraton, walaupun tetap mengandung makna khusus, sehingga dapat dipasarkan di masyarakat umum. Batik tersebut terkenal dengan sebutan Batik Saudagaran. Salah satu motif yang terkenal dari Batik Saudagaran adalah Motif Candi Brongto.

Selain para saudagar, masyarakat umum lainnya juga mengembangkan batik. Masyarakat petani membuat batik yang dikenal sebagai Batik Petani, yang menggambarkan alam lingkungan sekitar (flora dan fauna). Sedangkan masyarakat biasa membuat batik yang dikenal sebagai Batik Rakyat, yang motifnya biasanya mengacu pada karya batik kalangan atas namun bukan termasuk Motif Larangan.

Batik Pedalaman secara umum menampilkan warna-warna gelap, khususnya coklat (soga / sogan), hitam, dan putih. Namun adapula yang menampilkan warna merah, hijau, dan pink. Batik Surakarta kebanyakan cenderung menampilkan warna lebih gelap dibanding Batik Yogyakarta.

Pada awal perkembangan, warna tersebut didapat dari sumber-sumber alam, seperti misalnya daru tanaman tegeran (cudrania javanensis), jambal (peltophorum pterocarpum), dan lain-lain. Seiring perkembangan waktu, warna-warna batik pedalaman juga memakai warna sintetis karena dianggap lebih mudah dalam pembuatannya.

Warna batik tidak hanya sekedar membuat batik menjadi menarik, namun warna-warna tersebut juga mempunyai makna simbolis. Batik Pedalaman yang berwarna coklat melambangkan kerendahan hati. Warna coklat adalah warna tanah yang selalu mengingatkan akan asal muasal kita. Warna hitam adalah tentang kewibawaan. Warna putih mengenai kesucian. Warna biru adalah mengenai kedamaian.

Pengaruh batik pedalaman menyebar ke berbagai area di Jawa seperti Wonogiri, Klaten, Pacitan, Tegal, dan lain-lain berpadu dengan budaya setempat. Begitu pula sebaliknya. Budaya luar juga banyak berakulturasi dalam Motif Batik Pedalaman, seperti misalnya masuknya simbol-simbol budaya Tionghoa dalam Motif Pedalaman.

Source Bedanya Batik Penguasa dengan Batik Rakyat Jelata Batik
Comments
Loading...