infobatik.id

Batima, Matematika Dituangkan Menjadi Motif Batik

0 11

Batima, Matematika Dituangkan Menjadi Motif Batik

Dosen dan mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW Salatiga, mengembangkan rekayasa atau inovasi formula Matematika menjadi berbagai produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan menghasilkan karya Batik Inovasi Matematika (Batima) berupa motif dari formula Matematika seperti kurva parapetrik, aljabar, dan lainnya. Motif batik tersebut nantinya dapat dimanfaatkan industri batik karena tidak kalah dengan motif batik lainnya.

Pemanfaatan formulasi Matematika untuk batik dan rekayasa pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat tersebut digagas oleh dosen FSM UKSW, Dr Hanna Arini Parhusip. Dengan menggelar penelitian dan uji coba bersama mahasiswanya. Produk yang dihasilkan diberi nama Batima dipadukan dengan warisan budaya batik nasional dengan memanfaatkan Ornamen Dekoratif Matematika (Odema).

Karya tersebut diharapkan dapat memperkaya inovasi yang dihasilkan UKSW. Ke depan dapat dimanfaatkan oleh industri pembuatan batik di Indonesia. Karya dan inovasi yang dihasilkan tersebut merupakan teknologi pemanfaatan pengetahuan Matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Dari hasil riset yang telah dilakukan berupa desain batima dan odema, sudah dalam bentuk software desain yang dapat dimanfaatkan perajin batik. Hasil desain yang dibuat itu merupakan kreativitas dan inovasi baru memperkaya produk budaya Indonesia, khususnya batik, sulam, dan industri pembuatan ornamen serta media edukasi lainnya bertema Matematika.

Hanna melakukan riset selama 23 tahun mengajar di FSM UKSW Salatiga. Dia telah berupaya terus melakukan riset dan pengembangan dari ilmu Matematika. Diakui perlu kreativitas dan keterlibatan semua pihak untuk menciptakan format Matematika sebagai bahan dasar desain produk seperti batik.

Agar pemanfaatan formula Matematika untuk berbagai produk masyarakat bisa dikenal secara umum, Hanna dan mahasiswanya kerap mengikuti pameran-pameran. Diakui, banyak pengunjung yang terbuat kagum dengan desain formula Matematika untuk pruduk batik. Bahkan sejumlah penggemar batik merasa kaget dengan pakem baru desain karya Hanna, yang umumnya belum diketahui.

Pengunjung setelah mendapat penjelasan bahwa desain batik itu menggunakan rumus atau formula Matematika, baru mereka sadar dan tahu batima. Begitu juga dengan produk lainnya seperti kaus dan suvenir yang dilengkapi ordema.

Ini juga salah satu upaya membuat matematika teoritis bisa diaplikasikan dan divisualisasikan dalam kehidupan nyata. Hasil-hasil penelitian tersebut telah dibawakan pada berbagai kegiatan melalui youtube dan event matematika dunia pada ICM di Seoul Korea Selatan. Serta konferensi internasional lainnya, seperti di Sun Yat Sen University di ZhuHai China.

Source https://www.suaramerdeka.com/ https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/45655/inovasi-fsm-uksw-produksi-batik-matematika
Comments
Loading...