Batik Yogyakarta : Motif Kawung, 4 Lingkaran (Elips)

0 59

Batik Yogyakarta motif kawung berupa 4 lingkaran atau berbentuk elips yang mengelilingi lingkaran kecil sebagai pusat, dengan susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri atau ke kanan berselang-seling. Melambangkan 4 arah angin atau sumber tenaga yang mengelilingi yang berporos pada pusat kekuatan, yaitu : timur (matahari terbit: lambang sumber kehidupan), utara (gunung: lambang tempat tinggal para dewa, tempat roh/kematian), barat (matahari terbenam : turunnya keberuntungan)  selatan (zenit:puncak segalanya).

Dalam hal ini raja sebagai pusat atau episentrum yang dikelilingi rakyatnya. Kerajaan merupakan pusat seni budaya, ilmu, pemerintahan, agama, dan perekonomian. Rakyat harus patuh pada pusat, namun raja juga senantiasa melindungi rakyatnya. Kawung juga melambangkan kesederhanaan dari seorang raja yang senantiasa mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Batik yogyakarta motif kawung juga berarti sebagai simbol keadilan dan kesejahteraan.

Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa kawung merupakan salah satu jenis pohon palem atau aren dengan buah yang berbentuk bundar lonjong, berwarna putih agak jernih yang disebut “kolang-kaling”. Pendapat lain mengatakan bahwa kawung merupakan bentuk sterilisasi teratai (Lotus) yang bermakna kesakralan dan kesucian. Pada zaman klasik (pengaruh Hindu Budha), lotus merupakan simbol dewa-dewa. Oleh karena itu batik yogyakarta motif kawung dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bersifat murni, suci, dari putih kembali ke putih. Pada intinya motif kawung dapat elips.

Source batik-tulis.com batik-tulis.com/blog/batik-yogyakarta
Comments
Loading...