Batik World Cup dari Bondowoso

0 269

Batik World Cup dari Bondowoso

Sejumlah kota di Indonesia memiliki sentra batik sebut saja Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, ataupun Bangkalan. Sejumlah kota atau kabupaten di Jatim juga memiliki corak batik yang mengunggulkan motif daerah masing-masing. Sebut saja Kabupaten di Madura, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, Probolinggo, Banyuwangi, Jember, juga Bondowoso. Kekayaan daerah masing-masing biasanya mendominasi corak dan motif batik yang diproduksi. Motif batik asal Bondowoso yang diproduksi Batik Tulis Sumbersari, misalnya, mengangkat kekayaan alam setempat yakni singkong dan tembakau. Namun ada yang baru dan berbeda di motif Batik Tulis Sumbersari beberapa hari terakhir.

Adanya motif yang bertema World Cup atau Piala Dunia 2014. Batik kontemporer tiga dimensi, itulah sebutan untuk produk batik terbaru dari Batik Tulis Sumbersari yang berada di Desa Sumbersari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso itu. “Kontemporer tiga dimensi karena memadukan batik khas Sumbersari yang tetap mengangkat motif lokal antara lain singkong dan tembakau. Namun di motif tersebut ada gradasi warna atau simbol dari negara peserta World Cup,” ujar Direktur Operasional Batik Tulis Sumbersari Yuke Yuliantaries.

Yuke bersama timnya mengangkat tema World Cup karena saat ini memang bertepatan dengan momen Piala Dunia (PD) 2014 yang digelar di Brazil. Meskipun peluncuran batik bertema PD itu sedikit terlambat diluncurkan. Pengerjaan batik bertema pagelaran bola dunia itu diakui Yuke lebih sulit dibandingkan batik biasanya. Batik bola itu dikerjakan dalam kondisi baju jadi. Artinya kain polos sudah dijahit dalam bentuk kemeja atasan baru digambari motif dan dibatik. Artinya proses pembatikan dilakukan langsung di atas kemeja jadi yang sudah dijahit. Sehingga tidak aneh, untuk sepotong kemeja lengan pendek untuk pria, misalnya, membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 10 hari.

Negara Brazil, Prancis, Italia dan Inggris merupakan contoh negara yang warna kebesaran kostumnya  dipakai dalam motif kontemporer tersebut. Untuk Brazil, desainer Batik Tulis Sumbersari mengangkat warna dominasi kuning dan hijau, warna kebesaran Brazil. Tidak lupa tulisan Brazil juga disematkan. Tidak lupa pula Motif Daun Singkong menegaskan lokalitas. Kemeja lain memperlihatkan motif pesepak bola sedang menendang bola. Motif daun tembakau mempertegas kemeja tersebut.

Kalau kemeja bermotif kesebelasan Prancis, desainer mengambil simbol tim Prancis yakni ayam jantan. Sedangkan untuk Spanyol, tim menyematkan logo timnas Spanyol untuk motifnya. Sejauh ini, perusahaan itu hanya membuat berdasarkan pemesanan. Yuke tidak muluk membuat target. Setidaknya 20 kemeja dan blus atasan bertema bola bisa terpesan dan dibuat oleh perusahaan yang memiliki pembatik sebanyak 80 orang tersebut. Bagi yang ingin memiliki batik ini memang harus merogoh kocek cukup dalam. Sebab kemeja motif bola itu dibanderol mulai dari Rp 800.000 per potong sampai dengan Rp 1,5 juta.

Source Batik World Cup dari Bondowoso Batik
Comments
Loading...