Batik Wirodipuro Khas Jember

0 160

Batik Wirodipuro Khas Jember

Indriyani Damayanti merupakan salah satu mahasiswi tingkat akhir di Universitas Jember yang membuat batik dengan menggunakan brandnya bernama Batik Wirodipuro yang telah memiliki puluhan hasil karya batik yang dibuatnya sendiri. Batik karya Indri ini tak kalah saing dengan brand batik lokal lainnya. Awal mula Indriyani menekuni membatik adalah di tahun 2014 lalu, ketika ia mengikuti pelatihan membatik BLKI yang diadakan di Jember. Dari situlah, ia mulai tertarik dengan segala hal dalam setiap detail proses membatik.

Selain tertarik terhadap dunia membatik, ia juga melihat peluang yang ada di Jember, khususnya di kalangan mahasiswa sebayanya yang ternyata sepi peminat. Perjuangan yang cukup panjang ketika Indriyani selesai mengikuti pelatihan di BLKI, berbekal ilmu membatik yang ia dapatkan dari pelatihan tersebut, Indri nampak berusaha keras untuk dapat membeli peralatan yang dibutuhkan dalam proses membatiknya. Baru pada tahun 2016, Indri memberi nama brand pada batiknya yakni Batik Wirodipuro. Desain batiknya memiliki ciri khas kontemporer yang memiliki makna bebas dan tidak menentu.

‘’Bebas dan tidak menentu ini maksudnya bukan stuck pada desain batik itu-itu saja, namun dengan berbagai ciri khas yang dicampur menjadi satu gambar yang tidak meninggalkan kesan dari tiap daerah batik itu sendiri’’ tuturnya. Namun Indri yang cinta akan kota Jember ini, berkeinginan memberikan corak desain daun tembakau yang di-mixed dengan coklat pada desainnya. Termasuk desain batik seperti motif seni primitif berbentuk hewan, patung manusia, alam, kerang, dan tumbuhan lainnya pun juga kerap menghiasi batik karyanya.

Meski sudah memiliki semangat untuk membatik dan berinovasi dengan desain batik yang lainnya, ternyata usahanya tidak semulus yang dibayangkan. Peralatan membatik yang susah ia temui karena jarang dijual di pasaran Jember, membuat gadis 22 tahun ini langsung berburu di kota Solo.Semangatnya tak kunjung padam dengan fakta sedikitnya jumlah para pembatik, terutama dari kalangan anak muda, yang ada di Jember.

Indri membuat sebuah inovasi kreatif guna membangun semangat anak muda seusianya untuk turut serta melestarikan batik sebagai warisan Indonesia yang telah diresmikan UNESCO pada tahun 2006. Indri menjual batiknya selain pada masyarakat lokal Jember, juga pada pelanggan yang mulai berdatangan dari kalangan instansi, seperti sekolah dan instansi lainnya. Harga yang ditawarkan Indri dari desain batiknya cukup terjangkau, mulai dari 135 ribu rupiah sampai 300 ribu rupiah. Harapan ke depannya, Indri berkeinginan anak muda milllenial sekarang ini punya kesadaran bahwa batik adalah sesuatu yang harus dibanggakan, yang harus dijaga, dan harus disyukuri sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Source Batik Wirodipuro Khas Jember Batik
Comments
Loading...