Batik Wahyu Sari

0 41

Batik Wahyu Sari

Batik tentunya sangat berhubungan erat dengan gaya berpakaian masyarakat di Pulau Jawa. Salah satu fungsi berpakaian disamping untuk menutup aurat dan melindungi diri dari gangguan alam, juga berpakaian untuk keindahan dalam berpenampilan. pemilihan motif dan warna pakaian dapat diwujudkan dalam corak batik. Secara Tradisional Batik dibuat dengan cairan sejenis lilin yang dapat meresap dalam kain atau serap. Tahapannya dimulai dari membuat pola, pencelupan pewarnaan untuk mendapatkan karya batik yang di inginkan.

Dengan seiring perubahan kiblat motif-motif batik yang melirik ke pangsa pasar, maka corak batik yang berkembang dalam masyarakat beraneka macam, ada batik dengan gambar bunga, ada gambar langit, ada gunung dan lain sebagainya. Keanekaragaman motif batik tersebut dapat dijumpai di kelompok pengrajin ” Batik Wahyu Sari ” Desa Seberan, Girilayu, Matesih, Karanganyar yang dipimpin Ibu Sugiyem. pembuatan batik di Wahyu Sari melalui tahapan-tahapan seperti lainnya, namun motif yang bernuansa alami lebih mendominasi. Sehingga lekukan-lekukan batik menggambarkan bunga, buah-buahan, pepohonan lebih mendominasi.

Kegiatan membatik yang dilakukan oleh kelompok Batik Wahyu Sari bahwa tenaga kerjanya ( pegawainya ) tidak berkumpul dalam satu tempat tertentu, tetapi melibatkan seluruh ibu-ibu rumah tangga yang ada di desa Seberan yang berjumlah sekitar 60-75 personil. Jadi kerjasama yang dikembangkan adalah ” Kebersamaan Saling Menguntungkan ” artinya Wahyu Sari sebagai penyedia prasarana produksi seperti kain, motif batik, bahan pokok membatik, dan lain sebagainya, sedangkan warga masyarakat sebagai pekerja / pembatik dari proses membatik, pencelupan, pewarnaan, dan lain sebagainya. Produk-produk batik yang dibuat warga masyarakat disetorkan kembali ke Wahyu Sari untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkan.

Source http://kim.karanganyarkab.go.id/ http://kim.karanganyarkab.go.id/?p=129
Comments
Loading...