Batik Untuk Acara Adat : Sido Wirasat

0 1.206

Makna Batik Sido Wirasat

Batik tak pernah lepas dari kehidupan orang Jawa, sejak masih dalam kandungan ibu hingga ajal menjemput, batik selalu menyertai kehidupan manusia Jawa. Setiap pola atau corak batik tradisional selalu mengandung nilai-nilai adiluhung, terutama yang bermula dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Ragam hias yang menyusun polanya selalu mempunyai arti filosofi. Pada acara pernikahan adat Jawa ada ciri khas batik. Batik yang dipakai harus memiliki makna tersendiri dalam setiap titik bahkan garis.

Wirasat artinya perlambang yang dikaitkan dengan suatu permohonan. Batik ini merupakan pengembangan dari motif Sida Mulya yang isinya terdiri dari bermacam–macam corak batik. Diantaranya: bathik Cakar, Truntum, Sida Luhur, dan Sida Mulya.
Makna motif ini, supaya dikabulkan segala keinginannya, mencapai kedudukan yg tinggi, mandiri, terpenuhi segala materi, juga permohonan petunjuk dari Tuhan saat mendapat kegelapan agar cepat diberi jalan yang terang. Batik ini muncul bersamaan dengan batik motif Sida Mukti pada masa PB. IV tahun 1800 an.

Kain batik wirasat biasa dikenakan oleh orang tua pengantin putri. Hal ini merupakan harapan agar keluarga pengantin dan mempelai berdua dapat hidup rukun. Pada awalnya motif ini dipakai oleh golongan tua saja, tetapi dalam perkembangannya motif ini didalam masyarakat sering dipakai orang tua penganten putra dalam acara mbesan. Motif ini berpola geometris seperti bathik sido luhur, sido mukti dan berkaitan dengan kepercayaan kejawen.

Source Batik Untuk Acara Adat : Sido Wirasat Sido Wirasat
Comments
Loading...