Batik Untuk Acara Adat : Cakar Ayam

0 818

Makna Batik Cakar Ayam

Tradisi upacara pernikahan di Jawa umumnya mengacu pada kebiasaan yang diadakan di Kraton, baik Kraton Yogyakarta maupun Kraton Surakarta. Hal ini disebabkan kedua daerah tersebut, dulu merupakan ibu kota bekas kerajaan yang hingga saat ini tetap menjadi sentral akan kebudayaan seni dan sastra Jawa. Bagi rakyat Jawa, kraton tidak hanya diresapi sebagai pusat politik dan budaya, melainkan juga sebagai pusat keramat kerajaan. Kraton adalah tempat raja bertahta, sekaligus sumber kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan. Kraton dianggap sebagai sumber tatanan dan tuntunan upacara yang berkenaan dengan tingkatan perjalanan hidup atau daur hidup. Pada prosesi pernikahan, usaha untuk mencapai hidup bahagia lahir dan batin dilambangkan dengan tata rias dan kelengkapannya, termasuk perhiasan dan busana yang dikenakan kain batik.

Motif batik cakar ayam termasuk motif ceplok yang tersusun atas garis putus-putus, titik, dan variasinya yang sepintas lalu seperti motif pada anyaman. Motif batik cakar ayam tersusun menurut bidang geometris. Arti kata cakar ayam berasal dari kata cakar dan ayam. Kesan pertama yang tampak dan menonjol adalah motif yang membentuk jari-jari ayam.

Kegiatan ayam dalam upaya mencari makan dengan cara menggunakan cakarnya melambangkan semangat hidup manusia di masa mendatang. Sesuai dengan fungsinya motif cakar ayam mengandung harapan dapat mencari nafkah sendiri, banyak rejeki, banyak anak, tenteram dan sejahtera sepanjang masa. 

Source Batik Untuk Acara Adat : Cakar Ayam Makna Cakar Ayam
Comments
Loading...