Batik Tulis Tegalan

0 203

Batik Tegalan

Perkembangan batik Tegalan dapat dibedakan dalam dua motif dasar, yakni motif klasik dan motif pengembangan. Motif klasik dibedakan lagi menjadi dua macam, yakni motif klasik irengan yang didominasi warna hitam, coklat dan biru serta motif klasik bangjo yang dipengaruhi tradisi batik Lasem yang didominasi warna kuning, coklat, merah, hijau dan biru. Motif yang dikategorikan sebagai motif klasik irengan diantaranya motif gribikan, jahe-jahenan, kawung mlinjo, sidomukti ukel, udan liris, ukel wit-witan, kopi pecah, parang, parang angkik, putihan, sawat candra atau sawat ireng, rujak sente, welut gumbel, kecubungan, buntat, kawung endog, manggaran, cempaka putih, cempaka mulya, ukel pyur, semut runtung, serta sidomukti putihan. Sedangkan motif yang termasuk motif klasik bangjo adalah motif wadas gempal, jamblangan, kawung jenggot, cecek kawe, unian, sokaraja, blarakan, kopi pecah, galaran, buntut bajing, semut runtung, beras mawur, tumbar bolong, dan tambangan.

Bukan saja motif dan coraknya yang berbeda dari batik kota-kota lain, namun perilaku membatik juga cukup menarik. Dulunya mereka membuat batik hanya untuk kebutuhan keluarga, terutama bila akan mempunyai hajatan seperti perkawinan dan sunatan.

Batik merupakan sumbangan yang berharga bagi acara-acara penting dalam keluarga. Mereka secara tidak sadar memposisikan batik sebagai hasil karya seni yang nilainya tidak terukur, yang membedakan Batik Tegalan dengan batik daerah lainnya adalah penggunaan jenis cantingnya. Beberapa daerah lain, misalnya Solo dan Yogyakarta menggunakan bermacam-macam canting, dari canting lengkrengan yang bercorong besar, canting isen-isen yang diameter corongnya sedikit lebih kecil, hingga canting bercorong tujuh yang memungkinkan membuat lengkungan-lengkungan dengan jarak yang sama. Namun pembatik Tegalan masih terbatas pada penggunaan dua hingga empat macam canting. Akibatnya bisa dilihat pada hasil produksinya, yaitu lebih banyak garis atau titik-titik tebal dalam konstruksi ragam hiasnya.

Aktivitas usaha batik tulis tegalan di Kota Tegal dikelompokkan dalam sentra industri kecil-menengah di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Bandung, Tunon, dan Keturen, wilayah Kecamatan Tegal Selatan. Batik Tegalan hingga hari ini masih belum terlalu dikenal luas oleh publik. Padahal batik Tegalan memiliki karakteristik yang khas, mulai dari filosofi, motif, corak dan warnanya. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan perkembangan batik Tegalan yang semakin tenggelam padahal belum sempat berkembang pesat. Peran pemerintah daerah masih terbilang minimal, karena itu perlu dilakukan langkah-langkah strategis agar batik Tegal dapat disejajarkan dengan batik lainnya dalam dunia perbatikan nasional. Pemerintah daerah dapat melakukan intervensi dengan memfasilitasi terbangunnya pasar batik, misal melalui pameran, pemanfaatan batik sebagai pakaian dinas (Pemkot Tegal mawajibkan pegawainya mengenakan baju batik pada hari kamis), fasilitasi usaha antara pengrajin, pengepul, dan buruh pengrajin dalam skema program kemitraan inti-plasma, hingga fasilitasi teknologi dan manajemen usaha melibatkan lembaga pendidikan lokal, serta fasilitasi hak cipta batik Tegal.

 

Source Batik Tulis Tegalan Batik Tegal
Comments
Loading...