Batik Tulis Sunoto Seno, Batiknya Para Duta Besar

0 22

Kabupaten Pekalongan sangat layak disebut sebagai Kota Legenda Batik Dunia. Pasalnya kemeja batik yang selama ini dikenakan oleh para duta besar (Dubes) seperti Duta Besar Australia, Singapura, Malaysia, Belanda, Amerika Serikat hingga Perancis dan Tiongkok, ternyata dibuat oleh warga asli Kabupaten Pekalongan, yakni perajin batik tulis Sunoto. Seperti apa?

PARA pejabat negara dan menteri hingga petinggi Polri, ternyata sebagian besar mengenakan batik karya perajin batik tulis Sunoto Seno. Tak heran, jika karya batik tulis Sunoto Seno dibandrol dengan harga cukup mahal, mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 65 juta untuk selembar kain kemeja batik tulis dengan bahan mulai dari katun hingga sutera alat tenun bukan mesin (ATBM).

Kelebihan dari Batik Tulis Sunoto Seno adalah, batik tulis tersebut dibuat langsung oleh perajin dan seniman batik Sunoto, dengan desain yang khas, unik, dan dibuat hanya satu item. Sehingga pemakain Batik Tulis Sunoto Seno, dipastikan tidak akan pernah sama dengan pemakai batik lain.

Yang menarik dari Batik Tulis Sunoto Seno, setiap lembar batik yang dihasilkan mempunyai cerita atau makna. Jadi tidak sekadar selembar kain batik yang diberi motif bunga dan hewan. Namun lebih pada penekanan sebuah tema akan batik. “Tema tersebut bisa berdasarkan pesanan atau ide dari kami perajin sendiri,” ujar Sunoto, 43, warga Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Namun sebagian besar tema yang dibuat Batik Tulis Sunoto Seno, idenya dari perajin dan seniman batik Sunoto sendiri. Di antaranya, tema batik Pagelaran Seni Budaya Tutur Batik The Legend of Batik yang ditampilkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan pada awal tahun 2017 lalu. Batik Tulis Sunoto Seno mendapatkan tempat tersendiri di hati para pengunjung, yang sebagian besar adalah para pengusaha nasioal dan turis asing.

Bahkan dalam Pagelaran Seni Budaya Tutur Batik The Legend of Batik, lima  karya Batik Tulis Sunoto Seno sempat dilelang dan dibeli oleh pengusaha nasional dan pejabat tinggi negara dengan harga Rp 30 juta untuk sebuah karya batik tulis berbahan katun yang bertema dua pengantin tebu.

Di Galeri Batik Tulis Sunoto Seno, Sunoto, yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Semut mengungkapkan bahwa usaha Batik Tulis Sunoto Seno merupakan usaha batik keluarga yang dibangun kakek neneknya. Makanya tak heran, jika batik sudah mendarah daging pada dirinya, karena sejak lahir sudah bergelut dengan batik.

Dunia batik yang membesarkan dirinya itu sempat ditinggalkan, saat dirinya baru menjabat sebagai Kepala Desa Semut, yakni pada tahun 2006 hingga 2010. Karena khawatir tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan barunya sebagai kepala desa. Namun desakan teman-teman pembatik, khususnya karyawan batik di Batik Tulis Sunoto Seno yang mencapai 300 orang saat itu, dirinya kembali bekerja sebagai pembatik disamping sebagai kades.

“Sejak tahun 2011 hingga sekarang ini, saya hanya melayani batik berdasarkan pesanan, bukan batik tulis yang dibuat dalam jumlah besar dan dilempar ke pasar pada umumnya. Karena batik tulis adalah karya seni, yang sarat dengan makna dan pitutur,” ungkap Sunoto.

Karya Batik Tulis Sunoto Seno pertama yang sangat fenomenal adalah batik tulis kemeja berbahan katun, yang dikenakan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew pada tahun 1990. Sang Perdana Menteri sampai melakukan pesan khusus dalam beberapa kali kepada Batik Tulis Sunoto Seno selama 3 bulan pada tahun 1991

Kala itu, Sunoto menetap dan bekerja di Singapura pada Kantor Balai Seni Singapura untuk megajar seni dan desain batik. Dirinya dikontrak selama tiga bulan, dengan nilai kontrak sebesar Rp 30 juta per bulan. Dari upah mengajar di Singapura itulah, dana sebesar Rp 100 juta dibelikan lahan dan modal usaha Batik Tulis Sunoto Seno hingga sekarang.

“Pada tahun 1990 itu, Singapura sudah mengumpulkan para pakar pembatik dari nusantara. Saya sempat bekerja selama 3 bulan di Singapura, tak heran jika di Singapura ada galeri batik yang bagus dan mendunia. Bahkan di Pasar Seni Singapura yakni di Pasar Bugis, ada banyak batik Singapura,” kata Sunoto.

Sejak itulah karya Batik Tulis Sunoto Seno mulai banyak dipesan oleh para duta besar, namun tidak melalui dirinya langsung. Yakni, melalui galeri seni di Singapura, karena para duta besar negara lebih suka memesan melalui galeri di Singapura.

Batik Tulis Sunoto Seno mulai dikenal olah para duta besar pada awal tahun 2011, ketika ada pembeli batik dari Jogjakarta yang berkunjung ke rumahnya di Desa Semut. Pengunjung tersebut terkejut ketika melihat karya Batik Tulis Sunoto Seno, yang sama persis dengan Galeri Seni Batik yang ada di Singapura. Sejak itulah, para perwakilan duta besar, banyak yang pesan batik karya Batik Tulis Sunoto Seno melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, Dekranasda Kabupaten Pekalongan turut membantu memasarkan produk karya Batik Tulis Sunoto Seno. Bahkan ketika Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, berkunjung ke negeri Belanda untuk melakukan kerjasama persoalan rob, cendera mata Batik Tulis Sunoto Seno menjadi buah tangan kepala negara tersebut. Bahkan, ditindaklanjuti oleh staf perwakilan Duta Negara Belanda, untuk memesan batik karya Batik Tulis Sunoto Seno.

“Saat ini kami sedang mengerjakan beberapa pesana dari Duta Besar Amerika, yang harus selesai pada bulan Juli ini. Rencananya batik tersebut, akan dipamerkan dan dikenakan pada acara di Los Angels,” jelas Sunoto.

Sunoto berharap Desa Semut Kecamatan Wonokerto yang sering dikunjungi turis dan wisatawan dalam negeri yang ingin belajar membatik, bisa menjadi desa wisata. Mengingat dari zaman dahulu, Desa Semut adalah tempat para pembatik tulis dengan kerjaan tangan yang halus dan tingkat kesulitan yang tinggi.

“Cita-cita saya, ingin membangun Desa Semut menjadi Desa Wisata Belaar Batik atau Desa Pembatik Tulis. Sehingga orang bisa belajar membatik tulis ya di sini. Sekaligus untuk menghadapi batik printing dari luar negeri yang sudah membanjir pasar Indonesia. Kalau tidak kita mulai sekarang, maka batik tulis Indonesia bisa kalah dengan Singapura dan Malaysia,” tutur Sunoto.

Source http://radarsemarang.com http://radarsemarang.com/2017/06/01/batik-tulis-sunoto-seno-batiknya-para-duta-besar/
Comments
Loading...