Batik Tulis Semarangan Eksis ke Jepang

0 33

Batik Tulis Semarangan Eksis ke Jepang

Merasa geram saat budaya Indonesia diakui oleh negara lain, Irma Susanti, mendirikan industri kreatif batik tulis. Dia pun rajin mengenalkan produk tersebut ke berbagai negara. IRMA Susanti (29) bercerita pengalamannya mendirikan industri kreatif batik tulis modern. Banyak yang telah dilakukannya dalam mengenalkan batik tulis hingga memasarkannya ke mancanegara, seperti Jepang, Singapura, Turki, dan Inggris. Irma mulanya suka berwirausaha sejak menjadi mahasiswi Jurusan Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang (Unnes). Saat itu, dirinya mulai mencari penghasilan membuka toko jual beli ponsel kecil-kecilan.

Ia belum berpikir untuk membuka usaha batik tulis. Ia juga pernah menjadi karyawan perusahaan otomotif, perbankan, dan saham. Selama lima tahun dia bekerja di perusahaan swasta. Barulah, pada 2016, Irma mulai merintis usaha batik tulis. Lalu pada April 2017 dia membuka usaha dengan brand Identix Batik di Jalan Semeru Raya, Semarang. ”Awalnya, saya geram ketika budaya kita ini diakui juga oleh negara lain. Saat itulah saya berpikir membuka usaha ini. Saya ingin mengenalkan lebih jauh karya saya batik tulis paduan beragam budaya di Indonesia ini kepada dunia,” kata ibu satu anak ini.

Konsep batik yang diusung yakni batik tulis modern. Motif-motif batik lama dipadukan dengan desain pola-pola yang kekinian. Misalnya, memadukan motif Tugumuda, dan Lawangsewu yang khas semarangan. Selain motif semarangan, Irma mendesain ribuan motif batik yang dipadukan dengan kearifan lokal dan dapat diterima masyarakat mancanegara.

Pelajari Budaya

”Identix batik mendesain kearifan lokal budaya kita. Kami padukan motif-motif yang ada dengan lebih modern. Pasar kami ke mancanegara, di percaya membuka outlet di Kyoto, Jepang oleh Pemerintah Jepang yang bekerja sama dengan Indonesia,” jelasnya. Jepang dipilihnya sebagai salah satu pasar karena penghormatan masyarakat Negeri Sakura itu terhadap batik sangat bagus. ”Kimono dengan desain batik paling mahal di sana. Bahannya dipadukan dengan kain sutra. Banyak warga Jepang suka desain kami karena simpel. Saat musim panas, kain katun yang juga digunakan sebagai bahan begitu digemari. Tahun depan kami ingin mengenalkan ke New York, USA, karena termasuk pusat fashion ,” jelasnya.

Sebagai lulusan Sosiologi dan Antropolog, ia harus lebih dulu mempelajari kebiasaan masyarakat tiap negara. Ia suka berbaur langsung dengan masyarakat daripada hanya berdiam diri di hotel. Tujuannya mengetahui karakter masyarakat akan budayanya. ”Sebelum mendesain baju, saya harus melakukan itu. Mempelajari budaya mereka. Hobi saya memang berpetualang. Itu yang saya gunakan untuk mendapatkan ide membuat motif batik yang dipadukan. Misalnya, orang Turki tidak terlalu suka dengan warna cerah.

Dalam membuat jas pria itu juga haruslah simpel agar disukai. Ada musim-musim tertentu di luar negeri. Itu juga memengaruhi kesukaan seseorang terhadap model busananya,” katanya. Pada pertengahan September ini, pihaknya akan melakukan fashion show di London bertema Indonesian Weekend. Ada 60 peserta dari Indonesia yang tergabung. Masing-masing mengenalkan produk dan budaya masing-masing daerah, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, dan industri busana. ”Kalau dalam sehari bisa sampai 70 item dan ribuan yang dijual. Karena kami bekerja sama dengan corporate. Sebanyak 40 persen produk batik tulis ini sudah ekspor,” katanya.

Pihaknya berpesan kepada para anak muda agar berani berwirausaha. Karena di era digital ini semua menjadi lebih mudah. Pemerintah begitu membantu untuk industri kreatif. Sementara masalah pengiriman juga bukanlah masalah. Karena pesatnya industri kreatif, membuat perusahaan logistic juga memberikan banyak kemudahan. Dari pihak logistik misalnya, Kepala Komunikasi Pemasaran Perusahaan Jasa Kurir, dan logistik JNE, Mayland H Prasetyo menjelaskan, pertumbuhan UMKM di Indonesia begitu pesat. Terbukti, perusahaannya pernah mengirim 20 juta paket kiriman dalam satu bulan. ”Transaksi logistik UMKM/industri yang kami bantu sangat tinggi. Kami sebagai perusahaan logistik sangat ingin mendukung para pelaku usaha ini. Kami memiliki jaringan 6 ribu outlet di seluruh Indonesia. Ke depan kami akan bangun gudang raksasa untuk produk UMKM untuk memudahkan pelayanan,” jelasnya.

Source https://www.suaramerdeka.com/ https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/121683/batik-tulis-semarangan-eksis-ke-jepang
Comments
Loading...