Batik Tulis Sarjuni Tradisional Motif Firasat

0 144

Batik Tulis Sarjuni Tradisional Motif Firasat

Bentuk tradisional merupakan seni hias yang dalam teknik maupun pengungkapannya dilaksanakan menurut peraturan, norma, dan pola yang telah digariskan lebih dahulu dan menjadi kesepakatan bersama serta telah diwariskan secara turun-temurun. Contoh ornamen tradisional dengan motif geometris, ialah ornamen yang diterapkan pada motif kain seperti: motif kawung, parang rusak, dan truntum. Motif merupakan jenis bentuk yang dipakai sebagai titik tolak atau gagasan awal dalam pembuatan ornamen, yang berfungsi untuk menunjukkan perhatian, mengenali, dan memberikan kesan perasaan.

Batik motif tradisional mempunyai bentuk dan gaya figuratif dengan corak stilisasi dari flora, fauna dan manusia, mempunyai konsep sederhana, tata letak menyeluruh ke semua bidang kerja, corak umumnya bersifat simbolik spiritual, serta corak dibuat dalam lingkup fungsi-fungsi adati. Kemudian batik tradisional menampilkan produkproduk tradisional sebagai karya yang spesifik baik dari segi estetik, maupun fungsi.

Salah satu motif batik yang dibuat oleh Batik Tulis Sarjuni adalah Motif Firasat. Motif Firasat, yaitu motif yang melambangkan kenaikan pangkat. Diharapkan dapat menjadi panutan dan teladan. Warna motif ini menggunakan warna sintetis.

Source http://eprints.uny.ac.id/27622/1/Nita%20Wulandari%2C%2007207241009.pdf
Comments
Loading...