Batik Tulis Melati

0 231

Batik Tulis Melati

Usaha Batik Tulis Melati bertempat di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto. Lokasinya sebelah barat Pom Bensin Pakandangan di selatan jalan raya. Tidak sulit untuk menemukan home industri ini karena di pinggir jalan ada papan penunjuk yang cukup besar, hasil bantuan dari Bank BPRS Bhakti Sumekar. Jika masuk ke selatan sekitar 30 meter. Setiap orang akan disambut pemandangan sebuah rumah yang penuh dengan batik tulis karya warga Sumenep di bawah pimpinan H. Zaini, seorang yang ahli membatik dan mewarnai. Termasuk juga warna alami yang memanfaatkan daun-daunan, akar, dan kulit pohon.

Zaini bercerita, usaha yang digelutinya ini merupakan warisan dari kakek dan ayahnya yang memang sudah lama menjadi pengrajin batik. Bisa dibilang, darah batik sudah mendarah daging dalam pribadinya. H. Zaini mengaku keahlian membatik yang dimilikinya adalah hasil dari belajar langsung kepada sang bapak semenjak masih kecil. Namun, pada tahun 1979-1980, ia juga mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan Disperindag Sumenep, semakin memantapkan pengetahuannya dalam membatik. Termasuk menjadi delegasi dalam Pelatihan Pewarnaan yang bertempat di Balai Besar Yogyakarta pada tahun 1986.

Sejak saat itu, keahlian membatik H. Zaini semakin terasah dan produk batik yang dihasilkannya pun mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Karena itu, tak heran jika pada tahun 1991 ia pernah mendapat orderan dari PT Garam sebanyak 1.300 potong batik. Memang, problem modal menjadi hambatan dalam laju produksi Batik Tulis Melati. Seandainya tidak ada suntikan modal, H. Zaini memastikan usahanya bisa jalan di tempat atau gulung tikar. Karena itu, H. Zaini sangat bersyukur dan gembira dengan adanya program dari Bank BPRS Bhakti Sumekar yang sangat memerhatikan usaha-usaha rumahan, seperti Batik Tulis Melati, milik H. Zaini.  Setelah menjadi partner BPRS Bhakti Sumekar, usaha H Zaini kian berkembang.

Saat ini, H. Zaini membawahi 67 karyawan yang tersebar di sejumlah desa. Popularitas Batik Tulis Melati mendapat tempat di Jawa Timur maupun di kota lainnya. Model promosinya memanfaatkan momen pameran di Jakarta maupun di kota-kota Jawa Timur. Seperti pameran di Banyuwangi beberapa waktu lalu, H Zaini mendapat banyak order dari warga setempat. Soal harga batik, H. Zaini mematok harga terendah Rp. 75 ribu-Rp. 100 ribu untuk batik kualitas rendah. Harga Rp 150 ribu–Rp 300 untuk kualitas sedang. Harga Rp 350 ribu–Rp 500 ribu untuk kualitas baik. Sedangkan harga tertinggi Rp 1,2 juta dengan berbagai pilihan warna alam atau kimia.

Source https://nirwanafile.wordpress.com/home/ https://nirwanafile.wordpress.com/2015/06/18/mengenal-umkm-binaan-bprs-bhakti-sumekarstrategi-penguatan-ekonomi/
Comments
Loading...